Siswi SMAN Plus Provinsi Riau menjadi Pengibar Bendera di Kantor Wali Kota Pekanbaru

Siswi SMA Negeri Plus Provinsi Riau atas nama  Lathifah Khairunnisa terpilih menjadi pembawa baki Pasukan Pengibar Bendera (paskibra) pada peringatan hari kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 2019 di kantor Wali Kota Pekanbaru yang baru yaitu di Komplek Perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru Kecamatan Tenayan Raya. Lathifah Khairunissa adalah anak pertama dari dua bersaudara dari pasangan Bapak Amrinaldi, S.Sos dan bu Mira Yulia, S.Pd yang juga merupakan guru Bahasa Inggris SMA Negeri 10 Pekanbaru.
Lathifah Khairunnisa sangat bangga dengan prestasi yang diperolehnya, karena pada tahun 2019 ini hanya dialah yang terpilih sebagai anggota pasukan pengibar bendera (Paskibra) untuk tingkat Kota Pekanbaru. Begitu juga kedua orang tuanya “ Kami merasa senang dan bangga atas terpilihnya anak kami sebagai anggota pasukan pengibar bendera (paskibra) tingkat kota Pekanbaru. Mudah mudahan menjadi motivasi dan sekaligus modal masa depan anak kami dan juga dapat menjadi inspirasi bagi adik adik tingkatnya di SMA Negeri Plus Provinsi Riau ”, ujar mereka ketika di konfirmasi kepada kedua orang tuanya. 
Cerita tentang terpilihnya Tifa menjadi anggota pasukan pengibar bendera (paskibra) merupakan cerita yang sangat menarik untuk diikuti. Tifa mengikuti seleksi awal menjadi calon paskibra dimulai dari bulan Februari 2019, yaitu Seleksi administrasi. Peserta yg ikut mendaftar dari SMA Negeri Plus Provinsi Riau sebanyak  8 org siswa dimana setiap tahapan seleksi menggunakan sistem gugur. 
Adapun tes yang harus dilalui oleh Tifa adalah sebagai berikut; 1). seleksi administrasi , 2). kesehatan, 3). fisik, 4). Tes tertulis (pengetahuan akademik), 5).Tes pengetahuan umum, 6). Wawancara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Semua rangkaian tes tersebut dapat diikuti dan dapat dilewati oleh Tifa, sementara 7 temannya mulai berguguran sehingga pada tes tahap akhir (PANTOHIR), Lathifah  Khairunnisa  akhirnya berhasil lolos mewakili SMAN Plus Provinsi Riau sebagai anggota Paskibra Kota Pekanbaru tahun 2019.
Selanjutnya pada akhir bulan  Maret 2019, Para Capaska (calon paskibra) memulai latihan reguler di Kantor Walikota lama (Jl. Jend. Sudirman) 2x seminggu.  Sementara pada awal bulan Juni 2019, latihan lebih intensif dimana frekuensi latihannya ditambah dari 2 x seminggu menjadi 3 x seminggu.
Pada tanggal  7 Agustus 2019 para capaska mulai masuk masa karantina di Hotel Resty menara Pekanbaru. Mereka dikukuhkan menjadi PASKIBRA pada tanggal 15 Agustus 2019 malam. Pada tanggal 17 Agustus 2019 akhirnya mereka tampil untuk pertama kalinya di kantor walikota baru di kecamatan Tenayan Raya. Lathifah Khairunnisa dan seluruh anggota pasukan pengibar bendera (paskibra) sukses mengibarkan bendera merah putih pada paginya dan juga sukses menurunkan bendera merah putih pada sore hari harinya tanpa ada kendala yang berarti.
Selamat dan Sukses buat Lhatifah Khairunnisa serta tetap menjadi inspirasi buat generasi muda lainnya.

Kontributor berita : Edi Sutono, M.Pd

Siswa SMAN Plus Riau mewakili Indonesia dalam Pertukaran Pelajar di United Kingdom

Muhammad Abdul Raziq, salah satu siswa SMAN PLUS Provinsi Riau berhak mewakili Indonesia untuk mengikuti kegiatan pertukaran pelajar (student exchange) di United Kingdom. Ia bersama seorang mahasiswa ITB yang bernama Firman Nuruddin akan diberangkat ke United Kingdom pada tahun 2020 karena telah menjadi peserta terbaik dalam program Pengajar Jelajah Nusa 2019. Disana, mereka akan mengikuti serangkaian acara dan program pengembangan Bahasa inggris dari EF, teknologi pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi dan juga kegiatan kegiatan sosial lainnya yang sangat bermanfaat bagi generasi muda untuk di implementasikan di negara masing masing. 
Muhammad Abdul Raziq sangat bahagia dengan prestasi ini. Hal ini membuktikan bahwa siswa/siswi SMAN Plus Provinsi Riau dan juga juga para generasi muda Indonesia sebenarnya sangat potensial dan kompeten dalam meningkatkan kualitas diri mereka masing-masing seiring dengan kebutuhan pendidikan yang tepat bagi anak-anak Indonesia. Menurutnya, anak muda benar benar bisa menjadi pembeda dalam menerapkan strategi pendidikan yang tepat dari negeri kepulauan seperti Indonesia. 
Selain itu, dengan meningkatnya semangat dan kemampuan anak anak muda Indonesia akan berdampak positif bagi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Anak muda adalah aset dan modal pembangunan yang memasuki usia produktif. Apabila usia produktif tidak dibekali dengan ilmu pengetahuan dan skill maka hal itu akan menjadi beban pembangunan. Sebaliknya, anak muda sebagai bagian dari usia produktif yang akan terus melimpah dari tahun ke tahun apabila dibekali dengan ilmu pengetahuan dan skill maka mereka akan menjadi modal pembangunan bangsa Indonesia.
Sejalan dengan Muhammad Abdul raziq, menurut Prabowo (Brand Manager Ultra Milk), Program Pengajar Jelajah Nusa merupakan hasil kerjasama Ultra Milk dan Yayasan Indonesia Mengajar yang melibatkan anak-anak muda Indonesia untuk berkontribusi pada pendidikan Indonesia agar lebih baik lagi. Hal ini sangat baik dan positif karena peran dan keterlibatan anak muda dalam pendidikan akan berpengaruh positif bagi dunia pendidikan di Indonesia saat ini. 
Tempat pelaksanaan kegiatan dari program tersebut merupakan persetujuan antara pihak ultra milk dengan Yayasan Indonesia Mengajar.  “Sebelum mereka berangkat, diberi pembekalan dulu untuk mengajar kreatif. Kami cari momen yang pas musim liburan sekolah. Kalau pilih daerah itu tidak ada alasan khusus. Kami menggandeng Indonesia Mengajar, jadi lokasinya mengikuti saja dan cuma seminggu,” imbuh Prabowo. 
Program Pengajar Jelajah Nusa itu sendiri sudah di mulai sejak tahun  untuk anak-anak SMA dan tahun ini merupakan tahun ketiga. Namun, yang berbeda pada tahun ini adalah melibatkan anak kuliah. Peserta terus meningkat setiap tahun, dari 18 orang pada 2017, naik menjadi 24 orang pada 2018, dan 30 orang pada 2019. Diharapkan tahun 2020 pesertanya bisa mencapai 36 orang. “Misi kami ingin menginspirasi anak-anak muda untuk menyebar kebaikan. Kami coba anak-anak muda untuk berkontribusi jadi penggerak memecahkan masalah. Meski cuma seminggu, mudah-mudahan ada perubahan yang bisa diceritakan,” tutur Prabowo.
Selamat dan Sukses buat Muhammad Abdul Raziq!!!
Kontributor : Edi Sutono, M.Pd

1 siswa SMAN Plus Provinsi Riau Terpilih sebagai Pengajar Terbaik dalam Event Pengajar Jelajah Nusa 2019

Muhammad Abdul Raziq, salah satu siswa SMAN PLUS Provinsi Riau, berhasil menjadi peserta terbaik dalam kegiatan pengajar jelajah nusa 2019 ini yang disponsori oleh ultra milk dan Komunitas Indonesia Mengajar. Kegiatan ini bertujuan untuk mewadahi anak-anak muda, baik siswa SMA maupun mahasiswa, agar dapat berkontribusi nyata dalam memajukkan pendidikan melalui kegiatan mengajar di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). 
Sebelum terpilih menjadi salah satu pengajar, ia harus melewati serangkaian seleksi terlebih dahulu, mulai dari seleksi data diri dan kontribusi sosial, esai mengenai dinamika social, lalu sesi wawancara untuk mengetahui psikologi diri peserta. Pada tahap data diri dan kontribusi social, dia menceritakan kisahnya sewaktu SMP. Ia pernah mengajar anak-anak SD di sekolah alam yang berada di Kab. Pelalawan dan membantu masyarakat disana dalam mengelola tanah yang bersifat asam menjadi tanah produktif dengan hasil penelitiannya. Akhirnya, Raziq pun dinyatakan lolos sebagai salah satu Pengajar Jelajah Nusa 2019.

Sebelum diberangkatkan ke daerah pedalaman, ia dilatih dan dibekali terlebih dahulu di Jakarta oleh para mentor dan alumni pengejar muda yang telah pernah 1 tahun mengajar di pedalaman. Setelah satu minggu menambah perbekalan ilmu, ia mendapat kesempatan untuk menginjakan kaki di tanah Borneo, Desa Petiku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Ia menjadi guru selama 1 minggu di SDN 20 Longkali yang hanya memiliki siswa sebanyak 20 anak.
Selama 1 minggu disana, ia banyak melakukan berbagai aktivitas bersama anak-anak disana. Pada pagi harinya, ia mengajar dan bermain bersama anak-anak. Siang harinya ia beraktivitas bersama masyarakat setempat, seperti memanen kelapa, membuat atap dari anyaman daun, dan  menangkap kepiting. Dan sore harinya dihabiskan dengan bermain di sungai ataupun belajar bersampan dengan anak-anak setempat.
Setelah semua kegiatan itu, Raziq pun berhasil terpilih menjadi pengajar terbaik. Hal ini didasari dari penilaian individual dan kontribusi kepemimpinan Raziq dalam tim ketika merancang kegiatan-kegiatan yang kolaboratif di desanya. 
Selamat dan sukses selalu buat Muhammad Abdul Raziq!!!

Editor : Edi Sutono, M.Pd

Guru Zaman Now

Mulya Manru, M.Pd (Guru Biologi)
Sesuai dengan Undang-Undang  no 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen bahwa Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.  Selanjutnya pada pasal 20 undang-undang  tersebut menyatakan secara gamblang bahwa dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya setiap guru berkewajiban merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.
Pembelajaran di Kelas  sebagai bagian dari system pendidikan nasional di sekolah mempunyai tujuan pembelajaran yang  mengarah pada proses penciptaan perkembangan peserta didik yang unggul dan berqualitas. Pengembangan pendidikan  merespon secara proaktif berbagai perkembangan informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi serta tuntutan desentralisasi. Perkembangan itu bertujuan agar program pembelajaran relevan dengan lingkungan  siswa, sehingga mereka  mampu memupuk keimanan dan ketakwaan terhadap tuhan yang maha esa, memberikan kecakapan hidup, menguasai prinsip-prinsip alam, bersikap ilmiah serta mempunyai kepribadian Indonesia dan berakhlak mulia
Oleh karena begitu luas dan bermanfaatnya pembelajaran di kelas  dalam mengembangkan diri siswa, maka guru harus mampu mengkontruksi proses pembelajaran siswa secara efektif dan efisien.  Pembelajaran yang efektif dan efisien adalah pembelajaran yang mampu menstimuli siswa belajar secara optimal dengan kondisi yang ada di sekolah atau kondisi yang disetting guru dari potensi yang ada di sekolah.
Inovasi Pembelajaran
Proses pembelajaran adalah bagian penting dari proses pendidikan dimana pada proses belajar mengajar guru atau orang dewasa memberikan pengaruh kepada peserta didik untuk mengkontruksi pengetahuan, sikap dan keterampilan bagi dirinya sendiri. Menurut Slameto  belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara kesuluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya
Perubahan yang terjadi pada proses pembelajaran mempunyai sifat-sifat sebagai barikut:1) Terjadi secara sadar2) Bersifat berkesinambungan  3) Bersifat positif 4) Bersifat kekal 5) Bertujuan dan terarah  6) Mencakup seluruh aspek tingkah laku meliputi perubahan pada pengetahuan, sikap dan keterampilan.
Menurut Hamalik  bahwa belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman ( Learning is definied as the modification or strengthening of behavior throught experiencing). Karena belajar itu memperteguh kelakuan melalui penglaman maka proses belajar bukan sekedar mendengar atau mengamati guru menyajikan materi pembelajaran, akan tetapi siswa harus mempunyai peran dalam pembelajaran sehingga peran itu menjadi pengalaman baginya. Aktifnya siswa mengambil peran dalam pembelajaran disebut juga dengan caara belajar siswa aktif ( CBSA) dimana  siswa dalam belajar melibatkan faktor fisik dan psikis. Faktor fisik dapat berupa kegiatan membaca, menulis, memperagakan, mempresentasikan, mengukur dll. Sedangkan psikis antara lain mengingat kembali isi pelajaran yang dipelajari sebelumnya, menggunakan konsep pengetahuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi, menyimpulkan hasil eksperimen dll. Seluruh kegiatan yang diikuti siswa harus menjamin adanya keterlibatan intelektual- emosional.
Dalam  suatu  Inovasi  terjadi proses penciptaan sesuatu yang baru. Sebuah produk inovatif dapat terjadi melalui pengkreasian sesuatu yang telah ada atau yang lama dengan asesoris atau bagian yang baru sehingga sesuatu tersebut menjadi lebih menarik, lebih berharga dan lebih tepat guna. Produk  Inovatif bisa juga sesuatu yang baru sama sekali dimana produk  tersebut belum pernah ada sebelumnya.
Inovasi pembelajaran dapat diartikan sebagai sebuah atau beberapa gagasan yang dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran. Melalui Inovasi Pembelajaran guru menemukan teknik, metode, Pendekatan, model pembelajaran atau evaluasi pembelajaran sehingga melalui hal tersebut pembelajaran lebih menarik, lebih membawa siswa ke suasana pembelajaran.  Suasana pembelajaran yang menarik dan nyaman akan membuat pembelajaran menjadi hangat, siswa menjadi aktif, komunikasi antara siswa dengan guru, sesama siswa dan dengan sumber belajar menjadi lebih luwes dan efektif.
Menurut Suyatno   pembelajaran inovatif diyakini mampu memfasilitasi siswa lebih mengembangkan kecakapan hidup (life skill) sehingga lebih siap terjun dan berinteraksi di tengah- tengah masyarakat. Prinsif-Prinsif Pembelajaran Inovatif: 1)Pembelajaran, bukan pengajaran 2).  Guru sebagai fasilitator, bukan instruktur 3). Siswa sebagai subjek, bukan objek 4). Multimed, bukan monomedia 5). Sentuhan manusiawi, bukan hewani 6). Pembelajaran Induktif, bukan deduktif 7). Materi bermakna bagi siswa, bukan sekedar dihapal 8). Keterlibtan siswa partisifatif, bukan pasif.
Inovasi pembelajaran bisa terjadi jika guru guru khususnya guru zaman now bisa lebih aktif dan kreatif melalui kajian literatur dari berbagai sumber yang terkini, diskusi  atau lesson study dengan teman sejawat atau nara sumber dari berbagai bidang ilmu yang relevan dengan dunia pendidikn serta  melaui penelitian-penelitian tindakan kelas atau eksperimen di kelas kelas yang mereka kelola setiap hari. Melalui usaha usaha ini dan di dukung oleh perkembangan teknomlogi maka besar harapan kita akan muncul inovasi inovasi pembelajaran zaman now ini.
Guru yang mampu mengembangkan metode, pendekatan maupun model pembelajaran  baru   akan lebih mendapat apresiasi dari siswa, karena siswa sebagai remaja mempunyai kescendrungan mencoba, melakukan hal-hal baru termasuk cara, metode, pendekatan pembelajaran yang berbeda dari biasanya mereka ikuti, artinya guru dengn merode yang lebih kreatif dan inovatif akan mendapatkan motinasi belajar siswa lebih baik
Pembelajaran dengan ICT
Di zaman perkembangan teknologi komunikasi (ICT) saat ini banyak  dimensi dalam bidang pendidikan yang memanfaatkan hal terebut, misalnya administrasi kepegawaian guru tenaga kpendidkanlainnya, peningkatan jenjang karier dan profesionalisme guru, dan hal lain yang berbasis ICT (serba online).  Keseharian kerja guru juga sudah secara bertahap meninggalkan kegiatan berbasis kertas.  Hal penting lainnya adalah  inovasi pembelajaran mendapatkan kesempatan yang baik melaui teknologi imformasi (ICT), Inovasi pembelajaran modern akan lebih berkembang dan semaikin menarik. Pembelajaran virtual misalnya akan  memberi guru yang inovatif dan kreatif bahan ide untuk berkreasi dan  berinovasi. Hal ini terjadi karena sumber belajar dan materi- materi kreasi lebih mudah didapatkan.
Melalui pembelajaran berbasis ICT guru dapat berinovasi dalam bentuk 1) membuat  media belajar  dalam bentuk multi media misalnya animasi dan simulasi (virtual) , 2) pembelajaran interaktif  video call,  3) Ujian Online,  4) PR/ tugas Online  5) e-Rapor dan lain-lain.
Pembelajaran virtual merupakan pembelajaran yang mengintegrasikan penggunaan komputer, internet pada proses pembelajaran.  Pada pembelajaran virtual sumber- sumber belajar dalam bentuk video, animasi, gambar dan simulasi lebih mudah diintegrasikan dalam sebuah tampilan yang dapat menjelaskan suatu gejala, situasi, struktur yang memberi pengertian pengatahuan. Pembelajaran ini sumber pembelajaran lebih komperhensif  dan memberi ruang untuk siswa dan guru mengembangkan kreasi materi dan suasana pembelajarannya sehingga pembelajaran lebih menarik dan bermakna. Dari pembelajaran yang menarik dan bermakna diharapkan output lebih literat dan bermakna (meaningful)
Untuk mendapatkan guru guru yang mau dan mampu berinovasi dalam pembelajaran, khususnya dalam teknologi ICT virtual tentulah tidak mudah. Kondisi ini membutuhkan basic pengetahuan dan keterampilan guru yang mendukung. Disamping itu perlu didukung juga oleh ketersediaan sarana dan pra sarana  ICT, Sambungan internet serta sumber energi listrik di sekolah- sekolah.  Kenyataan saat ini masih banyak sekolah-sekolah terutama di daerah-daerah terpencil masih jauh dari harapan. Oleh karena itu diharapkan pemerintah dapat memperioritaskan penyediaannya secara bertahap ke seluruh pelosok negeri.
Kepada perusahaan- perusahan besar diharapkan ikut serta membantu pemerintah menyokong penyediaan sarana parasarana pendidikan di kawasan konsesinya melalui peningkatan dana CSR yang tersedia.
Simpulan
Sebagai agen pendidikan guru dituntut profesionalismenya dalam menjalankan tugas pembelajaran dan pendidikan di sekolah. Profesional tersebut diantaranya mampu mendesain pembelajaran yang mampu memotivasi siswanya dalam mengikuti pembelajaran di sekolah. Desain itu dalam bentuk metode, pendekatan, model dan strategi belajar yang efektif dan efisien yang sesuai dengan karakteristik pelajaran masing- masing.
Sebagai generasi guru yang hidup di zaman millenial ini maka guru saat ini dituntut untuk mampu berinovasi dalam kelas- kelas mereka di sekolah masing- masing. Inovasi tersebut baik bentuk pembeharuan pada metode, pendekatan, model dan strategi pembelajaran, maupun dalam bentuk tampilan materi atau alat bantu/ media pembelajaran.
Inovasi pembelajaran akan lebih maju jika di dukung oleh teknologi komunikasi atau ICT, karena  teknologi ini menyediakan kesempatan guru dan siswa untuk mendapatkan sumber materi pembelajaran serta susunan dan bentuk tampilan materi yang lebih menarik, lengkap dan mudah dimengerti oleh siswa.
Kepada pemerintah dan dunia usaha diharapkan dapat mempercepat penyediaan sarana- prasarana yang memungkin guru dan siswa bisa berinovasi dalam pembelajaran mereka yang pada ujungnya memaksimalkan pencapaian tujuan pembelajaran dan Pendidikan anak bangsa.

Kunjungan SMK Bandar Baru Bangi, Selangor ke SMA Negeri Plus Provinsi Riau

 Pada tanggal 27 Maret 2019. SMAN Plus Provinsi Riau mendapat Kunjungan dari Guru Guru Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Bandar Baru Bangi, Selangor, Malaysia.
 Penyambutan Para Guru SMK Bandar Baru Bangi, Selangor, Malaysia oleh Siswa SMAN Plus Provinsi Riau dan Majelis Guru SMAN Plus Provinsi Riau

Alumni SMAN Plus Menjadi Danki Di Kedubes RI Tokyo

Sersan Taruna Marshall Wilanmer yang merupakan alumni SMAN Plus Provinsi Riau (GEN 18) menjadi Komandan Kompi (DANKI) sekaligus pelatih pasukan pengibar bendera (PASKIBRA) dalam peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo tanggal 17 Agustus 2019 lalu.
Orang tua  Sersan Taruna Marshall Wilanmer, bapak Saut Sigiro berbagi cerita pada tim publikasi humas SMAN Plus Provinsi Riau bahwa sebagai orang tua beliau sangat bangga  karena anaknya menjadi bagian penting dari peringatan 17 Agustus 2019 di kedubes RI di Tokyo. “ inilah sebenarnya alasan saya memasukkan anak saya ke SMAN Plus Provinsi Riau karena sejujurnya dari sinilah anak saya belajar untuk mencari ilmu pengetahuan, rasa persaudaraan, harga menghargai, saling peduli, disiplin dan pembentukan mental serta karakter yang luar biasa untuk selalu mencintai tanah air dan bangsa Indonesia”.
Selanjutnya beliau juga menyampaikan rasa apresiasi yang tinggi kepada SMA Negeri Plus Provinsi Riau terutama para guru yang telah turut membentuk karakter Marshall. Beliau juga merasa bangga karena anaknya pernah menjadi bagian  di SMA Negeri Plus Provinsi Riau.
Cerita Sersan Taruna Marshall Wilanmer adalah sebuah cerita yang sangat inspiratif dan dapat menjadi motivasi bagi seluruh anak muda di Indonesia. Marshall Wilanmer merupakan aset bangsa Indonesia yang sangat mencinta tanah airnya. 
Kisah ini berawal tahun 2018, dimana Marshall telah menamatkan studinya di SMA Negeri Plus Provinsi Riau. Berkat kemampuan dan prestasinya dalam bidang akademik yang konsisten, pada saat pendaftaran Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) maka Marshall lulus dan diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada program studi teknik mesin dirgantara. Marshall telah merasa bahwa ITB adalah kampus yang kelak akan menjadikannya seorang teknisi mesin dirgantara yang handal. Marshall mendaftar dan kuliah di Institut Teknologi Bandung. Tetapi ibarat pepatah,  ternyata tidak semua yang kita inginkan akan menjadi kenyataan, dan itulah yang terjadi atas Marshall.  Atas saran, nasehat dan semangat yang diberikan oleh orang tua dan juga pihak keluarga. Akhirnya Marshall mengikuti tes Akademi Militer (AKMIL) dan juga Akademi Kepolisian (AKPOL) pada tahun 2018 itu juga.
Dengan penuh keyakinan dan semangat Marshall memperoleh nilai tertinggi dari tes akademik dan juga tes kesamaptaan lainnya dibandingkan peserta lain  yang berasal dari seluruh Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa anak Riau juga sangat kompetitif dan dapat berprestasi ditingkat nasional. Disisi lain, Marshall sebenarnya juga mengikuti tes Akademi Kepolisian (AKPOL), tetapi karena jadwal tes yang sangat ketat dimana Marshall pada waktu yang bersamaan Marshall juga harus mendaftar ulang di ITB dan juga mengikuti tes di Akademi Militer (AKMIL) maka ada beberapa tes di AKPOL yang tidak bisa Marshall ikuti. Sementara untuk  Akademi Militer, semua tes dapat diikuti oleh Marshall dan menjadikannya peringkat satu dari seluruh peserta tes AKMIL di Indonesia pada tahun 2018.
Keberhasilan Marshall Wilanmer menjadi siswa Akademi Angkatan Udara (AAU) juga berkat dorongan dan semangat dari seniornya yang juga berasal dari alumni SMAN Plus Provinsi Riau, yaitu Kapten Penerbang Barika Harma (Penerbang Pesawat Tempur F16 dari Lanud Roesmin Nuryadin Pekanbaru). Berkat masukan dan motivasi Kapten Penerbang Barika Harma, maka Marshall semakin yakin bahwa Angkatan Udara adalah pilihan yang tepat buatnya. Akhirnya setelah kuliah beberapa bulan di ITB, Marshall memilih Akademi Angkatan Udara (AAU) untuk masa depannya.
Marshall mengikuti pendidikan Integratif (TNI dan POLRI) selama 3 bulan di Magelang. Selama 3 bulan mereka dididik di kawah candra dimuka Magelang. Selesai menempa ilmu di kawah candra dimuka, maka 3 bulan selanjutnya mereka dididik dengan pendidikan dasar militer bersama ketiga matra (angkatan darat, angkatan laut dan angkatan udara). 
Kerjasama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dengan Pemerintah Jepang, yaitu National Defence Academy (NDA) of Japan membawa Marshall untuk mengikuti tes beasiswa belajar di NDA of Japan. Lagi lagi Marshall Wilanmer mendapat nilai tertinggi dari tes yang diadakan oleh Kemenhan Republik Indonesia untuk beasiswa NDA of Japan. Marshall Wilanmer dipanggil oleh Kemenhan RI untuk mengikuti kursus singkat Bahasa Jepang di Kemenhan selama 3 bulan. 
Pada tanggal 30 Maret 2019, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia resmi mengirim Marshall Wilanmer ke Jepang bersama 11 negara lain yang sama sama belajar di National Defence Academy (NDA) of Japan. Tahun pertama di Jepang, Marshall Wilanmer dan teman temannya dari berbagai negara belajar pendidikan dasar matematika dan bahasa Jepang. 4 tahun berikutnya Marshall Wilanmer dan teman temannya baru akan di gembleng dengan pendidikan militer angkatan udara.
Sukses selalu buat Marshall Wilanmer, putra terbaik Riau dan terbaik Indonesia. Semoga menjadi inspirasi buat generasi muda Indonesia untuk berkarya demi ibu pertiwi tercinta. Terbanglah tinggi untuk mencapai asa dan jangan pernah menyerah.

Kontributor: Edi Sutono, M.Pd

1 Siswa SMAN Plus Provinsi Riau terpilih menjadi peserta lomba Ruangguru Champion

Salah satu siswa SMAN Plus Provinsi Riau, Muhammad Farhan Fahrezy terpilih menjadi peserta lomba Ruangguru Champion yang dilaksanakan pada hari Minggu, 18 Agustus 2019 lalu di Podomoro University, Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. 

Ruangguru Champion 2019 adalah ajang cerdas cermat tingkat nasional yang diikuti siswa berprestasi dari jenjang SMP dan SMA (66 SMA dan 44 SMP) seluruh Indonesia. 
Tujuan Ruangguru Champion adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia agar menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang maju dan unggul. Selain itu, kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap siswa/i dan sekolah berprestasi Indonesia serta menemukan sosok inspiratif bagi seluruh pelajar Indonesia.
Farhan terpilih mewakili SMAN Plus Provinsi Riau berdasarkan prestasi akademik yang sangat konsisten dalam kurun waktu 3 semester berjalan dimana Farhan selalu mendapatkan nilai rapor terbaik dari semester ke semester. Kepada tim publikasi SMAN Plus dia menyatakan sangat berbahagia dan bangga karena bisa mengikuti kegiatan ini.

Menurut Farhan banyak manfaat yang diperoleh dari peserta lomba, diantaranya: menciptakan daya juang yang tinggi bagi siswa/i Indonesia, pantang menyerah dalam mencari ilmu agar dapat bersaing ditingkat Internasional, menambah pengalaman siswa/i dalam belajar efektif dan efisien, menambah pengetahuan tentang bagaimana progres pendidikan pada daerah lain serta kegiatan ini juga sebagai ajang mempertemukan siswa/i berprestasi seluruh Indonesia.

Farhan menyatakan bahwa untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia maka pemerataan pendidikan sangat dibutuhkan. ” Saya melihat bahwa persaingan untuk siswa berprestasi di Indonesia masih banyak di dominasi dari pulau Jawa karena akses pendidikan yang mudah dan lengkap, sementara untuk pelajar lain dari pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua dan Pulau pulau lainnya di Indonesia masih harus berbenah dan mengejar ketertinggalan”.
Di akhir wawancara Farhan menyatakan bahwa Ruangguru Champion sangat positif bagi peningkatan kualitas siswa/i di Indonesia. 
Good luck ya Farhan. Semoga menjadi inspirasi bagi teman teman pelajar seluruh Indonesia.

24 Siswa Kelas XI IPS melakukan Research Sosiologi di desa Koto Tuo, Kampar

Pada hari Minggu tanggal 18 Agustus 2019 lalu, sebanyak 24 siswa/I kelas XI SS SMA Negeri Plus Provinsi Riau dan 2 orang guru pendamping melakukan kegiatan penelitian di desa Koto Tuo, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar. Kegiatan ini bermaksud untuk mengetahui bagaimana proses kehidupan masyarakat desa Koto Tuo Kecamatan XIII Koto Kampar yang daerahnya terletak di perbatasan Riau dan Sumatera Barat.
Tujuan dari kegiatan ini adalah ingin mengetahui perubahan sosial yang terjadi akibat perpindahan masyarakat yang dulunya berada di kawasan danau PLTA Koto Panjang. Geografis Desa Koto Tuo merupakan salah satu Desa di Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar. Desa ini berjarak 5 KM dari situs budaya candi Muara Takus. Desa Koto Tuo merupakan desa yang perkebunannya didominasi oleh karet. Hal ini disebabkan pada tahun 1993 desa Koto Tuo yang awalnya berada di danau PLTA Koto Panjang, di pindahkan oleh pihak pemerintah karena desa mereka akan ditenggelamkan untuk menjadi sumber tenaga pembangkit listrik di daerah tersebut. Perpindahan ini menuai kontroversi dari pihak masyarakat desa.
Para masyarakat desa menolak untuk dipindahkan ke daerah yang telah ditentukan. Setelah

melakukan kesepakatan, para masyarakat desa setuju dipindahkan ke lokasi yang telah ditentukan oleh pihak pemerintah dan diberikan ganti rugi berupa rumah dan sebidang perkebunan karet seluas 2 Ha. Mayoritas mata pencaharian masyarakat desa Koto Tuo saat ini adalah petani karet dan nelayan. Bahasa yang digunakan masyarakat desa Koto Tuo adalah bahasa ocu, dengan mayoritas agama Islam. Ada lima suku yang tinggal di desa Koto Tuo yaitu; Pitopang, Piliang, Chaniago, Domo, Melayu. Masing-masing pucuk suku memiliki gelar yang berbeda-beda. Pucuk suku Pitopang bergelar Datuok Majokayo, Pucuk suku Chaniago bergelar Paduko Rajo dan Paduko Tuan, Pucuk suku Melayu bergelar Sindaro Kayo dan Datuok Kayo, Pucuk suku Domo bergelar Gindo Marajo, jalang Koto, Datuok Sati; dan Pucuk suku Piliang bergelar Datuok Masi.

Pemberian gelar pucuk suku diwariskan berdasarkan garis keturunan. Pewarisan gelar ini disertai pemotongan hewan ternak dengan jenis yang berbeda. Pulang Limogo adalah adat pewarisan gelar yang pemotongan hewan ternaknya berupa ayam, dan syukuran yang dilakukan sebatas keluarga dan kerabat dekat. Pulang Pisoko yaitu adat pewarisan gelar dengan hewan yang dipotong berupa kambing dan syukuran yang diadakan mengundang warga sekampung atau sesuku. Sedangkan Pulang Soko yaitu adat pewarisan gelar yang dilakukan dengan pemotongan kerbau dan memanggil warga se-negeri untuk melakukan syukuran.
Setiap tahunnya, setelah lebaran masing-masing suku mengadakan Jalang-jalangan atau halal bi halal antar suku yang diadakan di Balai desa. Pewaris gelar yang sudah melakukan syarat pewarisan gelar sudah boleh menjadi perwakilan suku untuk menghadiri acara ini. acara ini dimaksudkan untuk mempererat hubungan kekeluargaan antar suku. Biasanya acara-acara yang dilakukan di desa Koto Tuo diawali dengan bakar kemenyan sebagai tanda dimulainya acara tersebut. Ada juga beberapa pantangan yang tidak boleh dilanggar oleh masyarakat desa, salah satunya adalah pernikahan sesuku.
Warga desa akan dikeluarkan dari suku dan tidak boleh berdomisili di desa jika melakukan pernikahan sesuku. Warga desa juga diwajibkan untuk sholat di mesjid. Jika bertamu ke rumah orang, si tamu tidak boleh melihat lebih jauh kedalam rumah sebelum diizinkan sang tuan rumah. Semoga penelitian sosiologi kelas XI SS bermanfaat bagi mereka sehingga dapat menambah ilmu pengetahuan mereka dalam memahami perubahan sosial di masyarakat.

BUKU PANDUAN PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN K13

Oleh
Drs. Marwan, M.Pd
Suyatmi, M.Pd
GURU SMA NEGERI PLUS PROVINSI RIAU