Pengumuman Kelulusan Siswa Kelas XII SMAN Plus Provinsi Riau Tahun Ajaran 2019/2020

GUBERNUR RIAU MENGUNJUNGI SMA NEGERI PLUS PROVINSI RIAU

Ikatan Keluarga Alumni SMA Negeri Plus Provinsi Riau menggelar halal bihalal bertempat di SMA Negeri Plus Provinsi, Ahad (9/6/2019) pagi. Tahun ini sangat istimewa karena Gubernur Provinsi Riau, Drs. H. Syamsuar hadir dan berbaur dengan seluruh majelis guru dan juga para alumni SMA Negeri Plus Provinsi Riau. Halal bihalal yang diadakan oleh IKA SMAN Plus adalah rutinitas tiap tahun dengan tujuan mempererat silaturahmi antar alumni. Harapannya, hadir pula solusi bagi daerah, Riau dan daerah asal masing-masing alumni. Perlu diketahui, setiap tahunnya SMAN Plus Riau menerima siswa pilihan dari 12 perwakilan kabupaten/kota se-provinsi Riau.
Dalam sambutannya, Drs. H. Syamsuar sempat bercerita tentang masa lalunya, pada masa awal berdirinya SMAN Plus beliau menginginkan anaknya untuk bersekolah di SMAN Plus. Dengan posisi sebagai Bupati Siak saat itu, tentu hal itu mudah memasukkan anaknya. Tapi beliau memilih untuk tidak memaksa anaknya dan tidak intervensi dalam proses pilihan dan penyeleksian sekolah. Integritas yang dimulai dari pilihan kecil dalam hidupnya.
“Kita bersyukur adanya SMAN Plus ini. Terima kasih kepada para pendahulu yang punya inisiatif mengawali ide sekolah ini. Kepada para alumni, jasa SMA ini tidak boleh dilupakan,” pesan Syamsuar. Sebagai informasi sejarah, beberapa pendiri SMAN Plus Riau adalah rigjen TNI (Pur.) H. Saleh Djasit, SH  (Gubernur Riau 1998-2003) dan Letjen TNI Syarwan Hamid (Menteri Dalam Negeri 1998-1999).
Potensi alumni SMAN Plus memang besar. Dengan total 1700an yang tersebar lintas daerah dan profesi, kolaborasi untuk berinovasi bagi negeri adalah kunci. Secara umum SDM Riau berkualitas. Tapi banyak yang tidak mengabdi bagi Riau. Bisa jadi karena pemerintah provinsi yang tidak memberikan kesempatan.
Drs.H.Syamsuar juga sempat menyampaikan apa yang dilakukan di pemerintahan Siak sebelumnya. Dengan menghadirkan beasiswa pendidikan dalam dan luar negeri adalah bukti untuk peningkatan pendidikan daerah. Tujuannya tentu saja kontribusi bagi daerah. Jika memang tidak ada jaminan jalan, berkiprah di luar tentu saja menjadi altetnatif. Dan itu bukan sebuah kesalahan.
“Jangan lupa mendoakan guru selain orang tua. Saya juga, tak lupa mendoakan guru. Karena atas pencapaian kita selama ini, pasti ada peran mereka,” pinta Gubernur. 
Sementara Kepala SMA Negeri Plus Provinsi Riau, Drs.H.A.Rivai, M.Pd dalam sambutannya sangat mengapresiasi kedatangan Gubernur Provinsi Riau yang telah meluangkan waktu khusus untuk datang dan berkunjung ke SMA Negeri Plus Provinsi Riau. Beliau menyatakan bahwa Bapak Drs.H. Syamsuar bukan hanya sosok pemimpin yang rendah hati, melainkan juga sebagai panutan untuk semua orang tua dimana beliau sebagai sosok yang mempunyai “power” tidak akan pernah memaksakan kehendak untuk memasukkan anak beliau ke SMA Negeri Plus Provinsi Riau kalau pada akhirnya akan merusak tatanan sekolah yang sudah ada. Selain itu,  dalam sambutannya Drs. H.Rivai, M.Pd memberikan semangat buat para alumni dan juga seluruh siswa SMA Negeri Plus Provinsi Riau bahwa dalam menyongsong Revolusi Industri 4.0 kita harus dibekali kemampuan “communication”, “critical thinking dan problem solving”, “collaboration”, dan “ creativity and innovation”. Kemudian harus di support dengan commitment yg tinggi baik dari masyarakat, pemerintah , dan stake holder.
Usai halal bihalal bersama Gubernur Drs Syamsuar, bersama beberapa jajarannya langsung berkeliling SMA Negeri Plus Provinsi Riau yang didampingi langsung oleh Kepala SMA Negeri Plus Provinsi Riau. Luas SMA Negeri Plus yang berkisar 10 hektar menjadi perhatian khusus Gubernur  untuk mengembangkan SMA Negeri Plus agar lebih baik lagi ke depan. Beliau juga berjanji akan membentuk tim khusus yang bekerja dan “concern” untuk SMA Negeri Plus Provinsi Riau. Sementara Gubernur meninjau dan mengelilingi SMA Negeri Plus, para alumi SMA Negeri Plus yang tergabung Ikatan Alumni SMAN Plus Riau melanjutkan acara Musyawarah Besar VII pada Ahad, 9 Juni 2019. Tujuan utama Mubes IKA SMAN Plus ini adalah, memusyawarahkan AD/ART organisasi dan Memilih ketua alumni baru yang akan membersamai 19 generasi yang sudah lulus dari sekolah unggulan di Riau ini.
Pada Mubes tahun ini, terpilihlah Barika Harma dari Generasi 5 yang memimpin selama 2019-2023. Barika sendiri adalah Prajurit TNI AU berpangkat Kapten Penerbang Pesawat Tempur F16 di Skuadron Udara 16 yang bertugas di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.
Kapten Barika tercatat sebagai pilot pengaman wilayah udara NKRI yang pernah mencatatkan prestasi menurunkan pesawat asal Ethiopia yang melintasi wilayah udara NKRI tanpa izin di Batam tempohari.
Kapten Barika terpilih dan menggantikan ketua alumni sebelumnya, Husnul Kausarian PhD yang juga menjadi Kepala Urusan Internasional dan Kerjasama UIR. Sebelum pemilihan ketua alumni, Husnul Kausarian selaku ketua alumni sebelumnya secara resmi menyerahkan buku karya alumni kepada Gubernur Riau. Buku yang berjudul Plus! ini adalah kumpulan tulisan alumni SMAN Plus yang mengangkat kisah, sejarah, dan filosofi kehidupan yang dipelajari selama bersekolah yang diserahkan pada saat berlangsungnya Halal bi halal bersama Gubernur Riau, Alumni dan Guru-Guru SMAN Plus Provinsi Riau.
Estafet kepemimpinan alumni akan terus dilanjutkan. Program rutin yang terlaksana tiap tahunnya bagi almamater dan masyarakat antara lain, Plus untuk Negeri, Family Gathering Day, dan IKA Goes To School.
“Selanjutnya saya mulai menyusun kepengurusan IKA dengan merangkul seluruh potensi anggota dari seluruh generasi agar dapat berkontribusi secara optimal bagi perencanaan dan pelaksanan program kerja IKA ke depan,” kata Barika.
Sementara itu, Gubernur Riau Drs H Syamsuar mengucapkan tahniah kepada Kapten Barika Harma yang sudah terpilih menjadi ketua IKA SMAN Plus. Harapan Syamsuar, agar ke depan organisasi ini lebih baik lagi. “Kita juga berharap IKA SMAN Plus bisa berkerja sama dengan Pemerintah Provinsi Riau dengan memberi masukan dan ide-ide cemerlang dalam upaya membangun Riau lebih baik,” ucap sang Gubernur. 

OLIMPIADE SAINS SMAN PLUS 2019 -Info Lomba Plus Education Week 2019

SMA Negeri Plus kembali mengadakan kegiatan Plus Education Week (PEW) 2019 sebagai ajang pembentukan bibit-bibit berprestasi dari siswa dan siswa yang ada di Provinsi Riau. Kegiatan ini merupakan ajang kompetensi sains dan merupakan anual event yang merupakan program kerja unggulan dari  OSIS SMAN Plus Provinsi Riau yang para pelatih OSN dan juga para coach  dan adjudicators yang tergabung dalam Riau Debating Forum (RDF) dan juga lembaga lain yang  kompeten.
Kegiatan ini bukan hanya di ikuti oleh siswa siswi SLTA/SLTP/sederajat  se Provinsi Riau tetapi juga diikuti oleh para siswa dan siswi dari berbagai sekolah di Sumatera, terutama dari provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jambi dan juga Kepulauan Riau.
Adapun cabang lomba yang akan diselenggarakan :

Plus Science Competition (PSC)

Ajang Kompetisi Sains dengan sasaran siswa/i SMP/SMA/Sederajat dari berbagai daerah di Sumatera (Tes Tertulis, Rangking 1, Science Adventure, Cerdas Cermat) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa siswi Indonesia pada umumnya dan Sumatera pada khususnya .

Aspire (English Competition)

Is an event that consist of several competition that can help to increase the ability on using English, confidence in public speaking and the ability on critical thinking. This event is held by SMAN Plus Provinsi Riau with the theme “May the Force be With You” (English Debate, First Rank, Scrabble, Speech, Story Telling, TOEFL).

Tunjukkan kekayaan intelektualmu, adu bakat hebatmu, dan buktikan kamu yang terbaik  dan Daftar sekarang!

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi :
PSC : 0822-8332-8662 (Fadli Anshori)
Aspire : 0813-6363-2815 (Firza Syahfitra)

Untuk pendaftaran, silahkan hubungi :
0852-6364-2278 (M Faiz Muzaffar)
id line : mfaizm03
instagram : @pew2k19
email : pew2k19@gmail.com
http://bit.ly/PEW2K19

SEJARAH SMA NEGERI PLUS PROVINSI RIAU

Add caption

Provinsi Riau adalah Provinsi yang memiliki sumber daya alam melimpah mulai dari sumber alam  terbaharukan sampai dengan sumber daya alam tidak terbaharukan. Seharusnya sumber daya alam yang melimpah tersebut dapat dikelola dengan baik sehingga dapat memakmurkan penduduknya. 

Tetapi kenyataannya sumber daya alam yang melimpah tidak memberikan sumbangan yang banyak terhadap peningkatan pendapatan  dan kesejahteraan penduduk. Hal ini dibuktikan dengan masih tingginya angka kemiskinan di Propinsi Riau. Artinya minyak bumi melimpah, minyak sawit melimpah, ikan melimpah, hutan lebat menghijau dan sebagainya tidak akan memberi nilai tambah bila tidak dikelola oleh sumber daya manusia yang berkualitas

Berdasarkan kondisi diatas untuk mengejar ketinggalan-ketinggalan , beberapa orang tokoh masyarakat Riau yang peduli terhadap pendidikan dan peningkatan sumber daya manusia Riau  merasa terpanggil untuk mewujudkan lembaga pendidikan yang disebut SMU Plus Propinsi Riau. Mereka mendirikan Yayasan yaitu Yayasan Bina SDM Riau yang berkedudukan di Jakarta.

Dengan Ketuanya Bapak Letjen (Purn). Sarwan Hamid dan Bapak Brigjen (Pur) Saleh Djasit, SH sebagai sekretaris serta anggota pengurus tokoh- tokoh Riau yang ada di Jakarta dan di Pekanbaru. Dan tujuan pendirian Yayasan Bina SDM Riau adalah untuk meningkatkan SDM Riau dan salah satu bentuknya adalah didirikan SMA N Plus Provinsi Riau.

Sejarah singkat berdirinya SMAN Plus Propinsi Riau sumber daya alam yang melimpah tidak cukup untuk meningkatkan kesejahteraan bila dikelola oleh sumber daya manusia yang tidak berkualitas. Untuk mengejar ketertinggalan tersebut beberapa orang yang peduli terhadap pendidikan dan peningkatan sumber daya manusia Riau merasa terpanggil untuk mewujudkan sebuah lembaga pendidikan yang dibentuk oleh Yayasan Bina SDM Riau yang berkedudukan di Jakarta dengan ketua Bapak Letjen (Purn). Syarwan Hamid dan Bapak Brigjen (Purn). Saleh Djasit, SH sebagai sekertaris serta anggota pengurus dari tokoh-tokoh Riau yang ada di Jakarta.

SMAN Plus Propinsi Riau sebagai jenjang pendidikan menengah mempunyai tujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan untuk mengembangkan diri sejalan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesenian dan juga meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan sosial budaya dan alam sekitarnya serta menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, beriman, bertaqwa, cerdas, terampil, berkemauan kuat, berbudi pekerti luhur serta berbudaya Melayu.

Pada tahun 2000 sekolah ini bernama SMUN 1 Tambang Kabupaten Kampar berdasarkan keputusan Mentri Pendidikan No.217/0/200 Tanggal 17 November 2000. Kemudian berdasarkan keputusan Gubernur Riau No.KPTS.511/XI/2001 Tanggal 17 November 2001 berubah nomenklaturnya menjadi SMU Negeri Plus Propinsi Riau, dan sekarang berubah menjadi SMA Negeri Plus Propinsi Riau. Pada tanggal 25 November 2000, SMA Negeri Plus diresmikan oleh Ibu Wakil Presiden RI, Ibu Megawati Soekarno Putri. 

O.    Penutup
Dalam tujuh belas tahun lebih perjalanan SMAN Plus Propinsi Riau telah banyak prestasi diraih dan telah banyak pula bantuan yang diterima dari berbagai pihak.
         Semoga bantuan yang diberikan menjadi amal dan prestasi SMA Negeri Plus Propinsi Riau semakin meningkat. Amin.
SEKAPUR SIRIH
Buku ini berisi tentang perjalanan SMAN Plus Propinsi Riau, keadaan fisik dan bangunan sekolah, keadaan perkembangan siswa, kurikulum, tenaga kependidikan, dan ketata usahaan juga berisi prestasi dibidang akademik dan non akademik.
Tentunya kami berharap semoga  buku ini menjadi perekat silaturahmi dikalangan civitas akademis dengan stake holder dan pihak lainnya.
Terima kasih.
Pekanbaru,  22 Juli 2016
KEPALA SEKOLAH,
Drs. H. A. RIVAI, M.Pd
NIP. 195910011989031002
II.       KEADAAN KARYAWAN TATA USAHA :
No
Jabatan
P
Ada
K
L
Jumlah Karyawan
Penggolongan
Keterangan
PNS
PEG HONORER DISDIK
Gol I
Gol II
Gol III
1
Pegawai Tata Usaha
6
5
1
2
2
2
Pustakawan
2
2
1
3
Cleaning Service
6
6
4
Mekanik
1
1
5
Supir
1
1
6
Satpam
4
4
7
Imam dan Ghorim Mesjid
2
2
III.  KEADAAN PESERTA DIDIK :
No
Kelas
Jumlah
Keterangan
Ruang Belajar
Rombongan Belajar
Peserta didik
1
X
4 Lokal
4 Rombel
100 orang
2
XI IPA
4 Lokal
4 Rombel
92 orang
3
XII IPA
4 Lokal
4 Rombel
99 orang
Jumlah
12 lokal
12 Rombel
291 orang
B.                 Jumlah Guru
No
Tahun Pelajaran
Guru
Jumlah
Tetap
Tdk. Tetap
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
1998/1999
1999/2000
2000/2001
2001/2002
2002/2003
2003/2004
2004/2005
2005/2006
2006/2007
2007/2008
2008/2009
2009/2010
2010/2011
2011/2012
2012/2013
2013/2014
2014/2015
2015/2016
2016/2017
14
25
26
26
22
22
22
22
22
22
23
30
30
32
33
30
30
30
30
2
3
4
14
14
17
14
14
16
18
11
10
9
10
7
8
6
6
14
27
29
30
36
36
39
36
36
38
41
41
40
41
43
37
38
36
36
20
2017/2018
29
8
37

A.                Jumlah Pegawai
No
Tahun Pelajaran
Pegawai
Jlh
Tetap
Tdk. Tetap
Titipan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
1998/1999
1999/2000
2000/2001
2001/2002
2002/2003
2003/2004
2004/2005
2005/2006
2006/2007
2007/2008
2008/2009
2009/2010
2010/2011
2011/2012
2012/2013
2013/2014
2014/2015
2015/2016
2016/2017
2017/2018
2
2
1
1
2
2
2
3
6
6
6
6
6
5
5
5
5
3
6
6
14
21
21
21
21
19
19
12
8
8
7
6
8
8
21
21
21
32
2
2
1
1
1
6
6
16
23
24
24
24
22
22
15
14
14
13
12
14
1326
26
26
35
A.                Program Unggulan
Adapun program unggulan meliputi :
1.      Olimpiade Sains
2.      English Debate
3.      Story Telling
4.      Speech Contest
5.      Essay Writing.
6.      English Day
7.      Pelatihan  SAINS
8.      Kerohanian Islam
9.      SMAN Plus Apreciation
      6.   Olahraga Prestasi :
          Sepak bola
          Basket
          Volley Ball
1.      Pengabdian masyarakat ( PKL )bagi siswa kelas XII
2.      Pembuatan Tabloid SMAN Plus Provinsi Riau
3.      Eco Green dan Meminimalisir Penggunaan sampah plastik

Dua Siswa SMAN Plus Prov.Riau Mewakili Riau – Jambore Green Generation Indonesia 2019

Dua siswa terbaik SMAN Plus Provinsi Riau atas nama Muhammad Rauf dan Nur’afni Bulandari mewakili Riau dalam ajang Jambore Nasional Generasi Hijau 2019 yang berlangsung di Dusun Sahabat Alam, Malang, Jawa Timur.

Generasi Hijau (Green Generation) itu sendiri adalah generasi muda yang  selalu peduli terhadap  kelestarian lingkungan alam sekitarnya  dimana merupakan sebuah organisasi non profit yang berdiri pada tanggal  22 Agustus 2019 dan hampir tersebar di 32 Provinsi di Indonesia.

Green Generation pada dasarnya sama seperti organisasi lingkungan hidup lainnya seperti green peace, WALHI atau WWF tetapi fokus basis Green Generation adalah menyasar pada pelajar.

Kesan yang diperoleh dari kegiatan Jambore Generasi Hijau menurut kedua pelajar tersebut sangat positif karena banyak pengalaman berharga bagi mereka sebagai generasi muda dan sekaligus sebagai pelajar untuk benar benar mencintai alam sekitar. Mereka juga termotivasi untuk melestarikan lingkungan dari scope terkecil yaitu lingkungan sekolah.

Kepala SMA Negeri Plus Provinsi Riau Drs. H. A.Rivai, M.Pd sangat mendukung siswa siswi SMA Negeri Plus untuk berkarya dan berprestasi dalam bidang apa saja dan bukan berprestasi dalam bidang akademik saja. Beliau menginginkan agar semangat Green Generation akan tumbuh dan berkembang untuk seluruh siswa siswi Provinsi Riau dan SMAN Plus pada khususnya.

Apa itu sekolah terbaik

Dengan pendidikan yang layak, manusia akan berkembang seiring dengan berkembangnya zaman yang pada akhirnya akan meningkatkan kemampuan seseorang untuk bertahan dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Karena alasan itulah, pendidikan menjadi salah satu kebutuhan hidup yang tak jauh beda dengan kebutuhan akan makan dan minum. Sudah seharusnya seseorang melanjutkan pendidikannya bila perlu hingga ke tingkat yang tertinggi.

Idealnya, pendidikan berfokus pada pembentukan individu menjadi pribadi yang unggul, yaitu cerdas secara IQ dan berakhlak mulia. Ini semua tercantum bahkan dalam undang-undang dasar. Tetapi pada implementasinya, tidak semua bisa mengenyam pendidikan sebagaimana idealnya.
Demi mencerdaskan anak bangsa, Pemerintah secara terus-menerus memperbaiki kurikulum seiring dengan tuntutan zaman. Dalam praktiknya, beberapa sekolah menyebutnya secara unik dengan istilah masing-masing. Ada Nasional Plus (NasPlus), Nasional, dan Internasional. Penyebutan ini dimaksudkan untuk memberikan garis pembeda antara kurikulum.

Namun, apakah benar-benar berbeda? Lalu, ke mana output-nya setelah menyelesaikan pendidikan dengan aneka istilah penyebutan kurikulum tersebut? Serta pendidikan seperti apa yang terbaik? Ulasan berikut ini akan memberikan gambaran lengkap pemahaman berbagai istilah kurikulum tersebut.
Sejak zaman Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara, pendidikan di Indonesia telah menganut apa yang disebut dengan istilah kurikulum Nasional. Kurikulum ini berkembang di sekolah-sekolah umum mulai dari jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga tinggi.

Sempat ada isu negatif yang menuding kurikulum ini jadi penyebab anak seperti dibonsai dan hanya diajarkan untuk menyerap pelajaran berbasis ilmu pengetahuan semata. Hingga pada akhirnya munculah pendidikan alternatif yang menyebut dirinya sebagai sekolah nasional plus atau nasplus.

Sementara itu, perkembangan zaman yang cepat membutuhkan kurikulum yang dinamis dan bisa menjawab tantangan globalisasi. Oleh karenanya, saat ini berkembanglah kurikulum Internasional yang menganut berbagai standar dunia global di dalam Kegiatan Belajar Mengajar.

Sumber : https://www.cermati.com/artikel/manakah-yang-terbaik-sekolah-nasional-nasional-plus-atau-internasional

Mengenal Provinsi Riau

Riau (Jawi: رياو) adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian tengah pulau Sumatra. Provinsi ini terletak di bagian tengah pantai timur Pulau Sumatra, yaitu di sepanjang pesisir Selat Melaka. Hingga tahun 2004, provinsi ini juga meliputi Kepulauan Riau, sekelompok besar pulau-pulau kecil (pulau-pulau utamanya antara lain Pulau Batam dan Pulau Bintan) yang terletak di sebelah timur Sumatra dan sebelah selatan Singapura. Kepulauan ini dimekarkan menjadi provinsi tersendiri pada Juli 2004. Ibu kota dan kota terbesar Riau adalah Pekanbaru. Kota besar lainnya antara lain Dumai, Selatpanjang, Bagansiapiapi, Bengkalis, Bangkinang, Tembilahan, dan Rengat.

Riau saat ini merupakan salah satu provinsi terkaya di Indonesia, dan sumber dayanya didominasi oleh sumber alam, terutama minyak bumi, gas alam, karet, kelapa sawit dan perkebunan serat. Tetapi, penebangan hutan yang merajalela telah mengurangi luas hutan secara signifikan, dari 78% pada 1982 menjadi hanya 33% pada 2005.[5] Rata-rata 160,000 hektare hutan habis ditebang setiap tahun, meninggalkan 22%, atau 2,45 juta hektare pada tahun 2009.[6] Deforestasi dengan tujuan pembukaan kebun-kebun kelapa sawit dan produksi kertas telah menyebabkan kabut asap yang sangat mengganggu di provinsi ini selama bertahun-tahun, dan menjalar ke negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Apa itu Sekolah Menengah Atas

Sekolah Menengah Atas (disingkat SMA; bahasa Inggris: Senior High School atau High School), adalah jenjang pendidikan menengah pada pendidikan formal di Indonesia setelah lulus Sekolah Menengah Pertama (atau sederajat). Sekolah menengah atas ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 10 sampai kelas 12.

Pada saat pendaftaran masuk SMA yang menggunakan sistem online, siswa dapat memilih sekolah yang diinginkan dan memilih jurusan yang diminati. Pada akhir tahun ketiga (yakni kelas 12), siswa diwajibkan mengikuti Ujian Nasional (dahulu Ebtanas) yang memengaruhi kelulusan siswa. Lulusan SMA dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau langsung bekerja.

Pelajar SMA umumnya berusia 16-18 tahun. SMA tidak termasuk program wajib belajar pemerintah – yakni SD (atau sederajat) 6 tahun dan SMP (atau sederajat) 3 tahun – meskipun sejak tahun 2005 telah mulai diberlakukan program wajib belajar 12 tahun yang mengikut sertakan SMA di beberapa daerah, contohnya di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul.[1]

SMA diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta. Sejak diberlakukannya otonomi daerah pada tahun 2001, pengelolaan SMA negeri di Indonesia yang sebelumnya berada di bawah Departemen Pendidikan Nasional, kini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten/kota. Sedangkan Departemen Pendidikan Nasional hanya berperan sebagai regulator dalam bidang standar nasional pendidikan. Secara struktural, SMA negeri merupakan unit pelaksana teknis dinas pendidikan kabupaten/kota.