Informasi PPDB SMAN Plus Provinsi Riau Tahun Ajaran 2020/2021

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN Plus Provinsi Riau 
Tahun Ajaran 2020/2021

1. Pendaftaran di mulai tanggal 10-29 Februari 2020
2. Seleksi Akademis 22 Maret 2020
3. Hasil Seleksi Akademis (Ujian Tertulis) diumumkan tanggal 2 April 2020
4. Tes Fisik, Psikotes, Pemeriksaan Kesehatan, Wawancara dan Tes Kemampuan Bahasa             Inggris  akan dilaksanakan 11,12,13 dan 14 April 2020
5. Pengumuman Hasil PPDB SMAN Plus Provinsi Riau akan diumumkan tanggal 6 Mei 2020
Informasi Lebih lanjut dapat didownload pada link berikut ini:

Siswa SMAN Plus Prov.Riau Meraih Medali Emas dalam Olimpiade Fisika Se Sumatera

Mohammad Farhan Fahrezy meraih Medali Emas bidang Lomba Astronomi

Para siswa dan siswi SMA Negeri Plus Provinsi Riau kembali mengukir prestasi dalam ajang gelaran Olimpiade Fisika ke-15 tingkat Sumatera yang di selenggarakan di Kampus FKIP Universitas Riau Pekanbaru.

Kegiatan olimpiade Fisika ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika. Tahun ini merupakan tahun yang ke 15 penyelenggaraan olimpiade ini.

Kegiatan Olimpiade Fisika Se Sumatera ini sendiri berlangsung pada tanggal 20-24 Januari 2020 bertempat di FKIP Universitas Riau Pekanbaru.

Kepala SMAN Plus Provinsi Riau menerima para siswa

Para siswa SMA Negeri Plus Provinsi Riau yang telah membawa nama baik sekolah adalah sebagai berikut:

1.Mohammad Farhan Fahrezy (Terbaik 1 untuk kategori bidang lomba Astronomi).

2.Kemal Irsyad ( Terbaik 4 untuk kategori bidang lomba Mekanika ).

3.Gevin Kurniawan ( Terbiak 4 untuk kategori bidang lomba Geosains )

Plt. Kepala SMA Negeri Plus Provinsi Riau, Bapak Andri Karmidi, M.Pd dalam sambutannya Senin/27 Januari 2020 sangat mengapresiasi para siswa yang telah mengangkat nama SMA Negeri Plus Provinsi Riau dan beliau berpesan agar semua siswa mempunyai jiwa kompetitif untuk bersaing dan membawa nama baik sekolah.

Waka. Kesiswaan menyerahkan langsung piagam penghargaan

Semoga menjadi inspirasi bagi para siswa lain untuk mencapai prestasi yang lebih baik dan lebih meningkat lagi kedepannya.

Siswi SMAN Plus Provinsi Riau menjadi Pengibar Bendera di Kantor Wali Kota Pekanbaru

Siswi SMA Negeri Plus Provinsi Riau atas nama  Lathifah Khairunnisa terpilih menjadi pembawa baki Pasukan Pengibar Bendera (paskibra) pada peringatan hari kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 2019 di kantor Wali Kota Pekanbaru yang baru yaitu di Komplek Perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru Kecamatan Tenayan Raya. Lathifah Khairunissa adalah anak pertama dari dua bersaudara dari pasangan Bapak Amrinaldi, S.Sos dan bu Mira Yulia, S.Pd yang juga merupakan guru Bahasa Inggris SMA Negeri 10 Pekanbaru.
Lathifah Khairunnisa sangat bangga dengan prestasi yang diperolehnya, karena pada tahun 2019 ini hanya dialah yang terpilih sebagai anggota pasukan pengibar bendera (Paskibra) untuk tingkat Kota Pekanbaru. Begitu juga kedua orang tuanya “ Kami merasa senang dan bangga atas terpilihnya anak kami sebagai anggota pasukan pengibar bendera (paskibra) tingkat kota Pekanbaru. Mudah mudahan menjadi motivasi dan sekaligus modal masa depan anak kami dan juga dapat menjadi inspirasi bagi adik adik tingkatnya di SMA Negeri Plus Provinsi Riau ”, ujar mereka ketika di konfirmasi kepada kedua orang tuanya. 
Cerita tentang terpilihnya Tifa menjadi anggota pasukan pengibar bendera (paskibra) merupakan cerita yang sangat menarik untuk diikuti. Tifa mengikuti seleksi awal menjadi calon paskibra dimulai dari bulan Februari 2019, yaitu Seleksi administrasi. Peserta yg ikut mendaftar dari SMA Negeri Plus Provinsi Riau sebanyak  8 org siswa dimana setiap tahapan seleksi menggunakan sistem gugur. 
Adapun tes yang harus dilalui oleh Tifa adalah sebagai berikut; 1). seleksi administrasi , 2). kesehatan, 3). fisik, 4). Tes tertulis (pengetahuan akademik), 5).Tes pengetahuan umum, 6). Wawancara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Semua rangkaian tes tersebut dapat diikuti dan dapat dilewati oleh Tifa, sementara 7 temannya mulai berguguran sehingga pada tes tahap akhir (PANTOHIR), Lathifah  Khairunnisa  akhirnya berhasil lolos mewakili SMAN Plus Provinsi Riau sebagai anggota Paskibra Kota Pekanbaru tahun 2019.
Selanjutnya pada akhir bulan  Maret 2019, Para Capaska (calon paskibra) memulai latihan reguler di Kantor Walikota lama (Jl. Jend. Sudirman) 2x seminggu.  Sementara pada awal bulan Juni 2019, latihan lebih intensif dimana frekuensi latihannya ditambah dari 2 x seminggu menjadi 3 x seminggu.
Pada tanggal  7 Agustus 2019 para capaska mulai masuk masa karantina di Hotel Resty menara Pekanbaru. Mereka dikukuhkan menjadi PASKIBRA pada tanggal 15 Agustus 2019 malam. Pada tanggal 17 Agustus 2019 akhirnya mereka tampil untuk pertama kalinya di kantor walikota baru di kecamatan Tenayan Raya. Lathifah Khairunnisa dan seluruh anggota pasukan pengibar bendera (paskibra) sukses mengibarkan bendera merah putih pada paginya dan juga sukses menurunkan bendera merah putih pada sore hari harinya tanpa ada kendala yang berarti.
Selamat dan Sukses buat Lhatifah Khairunnisa serta tetap menjadi inspirasi buat generasi muda lainnya.

Kontributor berita : Edi Sutono, M.Pd

Siswa SMAN Plus Riau mewakili Indonesia dalam Pertukaran Pelajar di United Kingdom

Muhammad Abdul Raziq, salah satu siswa SMAN PLUS Provinsi Riau berhak mewakili Indonesia untuk mengikuti kegiatan pertukaran pelajar (student exchange) di United Kingdom. Ia bersama seorang mahasiswa ITB yang bernama Firman Nuruddin akan diberangkat ke United Kingdom pada tahun 2020 karena telah menjadi peserta terbaik dalam program Pengajar Jelajah Nusa 2019. Disana, mereka akan mengikuti serangkaian acara dan program pengembangan Bahasa inggris dari EF, teknologi pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi dan juga kegiatan kegiatan sosial lainnya yang sangat bermanfaat bagi generasi muda untuk di implementasikan di negara masing masing. 
Muhammad Abdul Raziq sangat bahagia dengan prestasi ini. Hal ini membuktikan bahwa siswa/siswi SMAN Plus Provinsi Riau dan juga juga para generasi muda Indonesia sebenarnya sangat potensial dan kompeten dalam meningkatkan kualitas diri mereka masing-masing seiring dengan kebutuhan pendidikan yang tepat bagi anak-anak Indonesia. Menurutnya, anak muda benar benar bisa menjadi pembeda dalam menerapkan strategi pendidikan yang tepat dari negeri kepulauan seperti Indonesia. 
Selain itu, dengan meningkatnya semangat dan kemampuan anak anak muda Indonesia akan berdampak positif bagi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Anak muda adalah aset dan modal pembangunan yang memasuki usia produktif. Apabila usia produktif tidak dibekali dengan ilmu pengetahuan dan skill maka hal itu akan menjadi beban pembangunan. Sebaliknya, anak muda sebagai bagian dari usia produktif yang akan terus melimpah dari tahun ke tahun apabila dibekali dengan ilmu pengetahuan dan skill maka mereka akan menjadi modal pembangunan bangsa Indonesia.
Sejalan dengan Muhammad Abdul raziq, menurut Prabowo (Brand Manager Ultra Milk), Program Pengajar Jelajah Nusa merupakan hasil kerjasama Ultra Milk dan Yayasan Indonesia Mengajar yang melibatkan anak-anak muda Indonesia untuk berkontribusi pada pendidikan Indonesia agar lebih baik lagi. Hal ini sangat baik dan positif karena peran dan keterlibatan anak muda dalam pendidikan akan berpengaruh positif bagi dunia pendidikan di Indonesia saat ini. 
Tempat pelaksanaan kegiatan dari program tersebut merupakan persetujuan antara pihak ultra milk dengan Yayasan Indonesia Mengajar.  “Sebelum mereka berangkat, diberi pembekalan dulu untuk mengajar kreatif. Kami cari momen yang pas musim liburan sekolah. Kalau pilih daerah itu tidak ada alasan khusus. Kami menggandeng Indonesia Mengajar, jadi lokasinya mengikuti saja dan cuma seminggu,” imbuh Prabowo. 
Program Pengajar Jelajah Nusa itu sendiri sudah di mulai sejak tahun  untuk anak-anak SMA dan tahun ini merupakan tahun ketiga. Namun, yang berbeda pada tahun ini adalah melibatkan anak kuliah. Peserta terus meningkat setiap tahun, dari 18 orang pada 2017, naik menjadi 24 orang pada 2018, dan 30 orang pada 2019. Diharapkan tahun 2020 pesertanya bisa mencapai 36 orang. “Misi kami ingin menginspirasi anak-anak muda untuk menyebar kebaikan. Kami coba anak-anak muda untuk berkontribusi jadi penggerak memecahkan masalah. Meski cuma seminggu, mudah-mudahan ada perubahan yang bisa diceritakan,” tutur Prabowo.
Selamat dan Sukses buat Muhammad Abdul Raziq!!!
Kontributor : Edi Sutono, M.Pd

1 siswa SMAN Plus Provinsi Riau Terpilih sebagai Pengajar Terbaik dalam Event Pengajar Jelajah Nusa 2019

Muhammad Abdul Raziq, salah satu siswa SMAN PLUS Provinsi Riau, berhasil menjadi peserta terbaik dalam kegiatan pengajar jelajah nusa 2019 ini yang disponsori oleh ultra milk dan Komunitas Indonesia Mengajar. Kegiatan ini bertujuan untuk mewadahi anak-anak muda, baik siswa SMA maupun mahasiswa, agar dapat berkontribusi nyata dalam memajukkan pendidikan melalui kegiatan mengajar di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). 
Sebelum terpilih menjadi salah satu pengajar, ia harus melewati serangkaian seleksi terlebih dahulu, mulai dari seleksi data diri dan kontribusi sosial, esai mengenai dinamika social, lalu sesi wawancara untuk mengetahui psikologi diri peserta. Pada tahap data diri dan kontribusi social, dia menceritakan kisahnya sewaktu SMP. Ia pernah mengajar anak-anak SD di sekolah alam yang berada di Kab. Pelalawan dan membantu masyarakat disana dalam mengelola tanah yang bersifat asam menjadi tanah produktif dengan hasil penelitiannya. Akhirnya, Raziq pun dinyatakan lolos sebagai salah satu Pengajar Jelajah Nusa 2019.

Sebelum diberangkatkan ke daerah pedalaman, ia dilatih dan dibekali terlebih dahulu di Jakarta oleh para mentor dan alumni pengejar muda yang telah pernah 1 tahun mengajar di pedalaman. Setelah satu minggu menambah perbekalan ilmu, ia mendapat kesempatan untuk menginjakan kaki di tanah Borneo, Desa Petiku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Ia menjadi guru selama 1 minggu di SDN 20 Longkali yang hanya memiliki siswa sebanyak 20 anak.
Selama 1 minggu disana, ia banyak melakukan berbagai aktivitas bersama anak-anak disana. Pada pagi harinya, ia mengajar dan bermain bersama anak-anak. Siang harinya ia beraktivitas bersama masyarakat setempat, seperti memanen kelapa, membuat atap dari anyaman daun, dan  menangkap kepiting. Dan sore harinya dihabiskan dengan bermain di sungai ataupun belajar bersampan dengan anak-anak setempat.
Setelah semua kegiatan itu, Raziq pun berhasil terpilih menjadi pengajar terbaik. Hal ini didasari dari penilaian individual dan kontribusi kepemimpinan Raziq dalam tim ketika merancang kegiatan-kegiatan yang kolaboratif di desanya. 
Selamat dan sukses selalu buat Muhammad Abdul Raziq!!!

Editor : Edi Sutono, M.Pd

SISWA KELAS X SMAN PLUS MENGIKUTI OUTBOND DI TAMAN AGRO WISATA SUNGAI PINANG NADIN

Sebanyak 150 siswa kelas X mengikuti kegiatan outbond di taman agrowisata Sungai Pinang Nadin Kabupaten Kampar (Minggu/4 Agustus 2019). Menurut Waka. Kesiswaan SMAN Plus Provinsi Riau, Drs.H.Hasidin Pospos, M.Pd “ Kegiatan outbond ini merupakan salah satu proses yang harus diikuti oleh peserta didik baru SMAN Plus Provinsi Riau. Kegiatan outbond ini sangat bermanfaat bagi mereka yang selama 3 tahun kedepan akan tinggal di asrama. Pembentukan karakter siswa, team building dan team work akan sangat bermanfaat bagi anak anak karena mereka selama 3 tahun kedepan akan dituntut untuk hidup mandiri dan jauh dari orang tuanya”. 
Sementara Kepala SMA Negeri Plus Provinsi Riau, Drs.H.Rivai, M.Pd sangat mengapresiasi kegiatan outbond ini. “ Kegiatan outbond siswa kelas X ini akan sangat berdampak positif bagi mental spiritual mereka karena dalam kehidupan diasrama mereka akan mengikuti pembinaan kesamaptaan. Pondasi dari sekolah semi militer seperti SMA Negeri Plus Provinsi Riau ya tentu saja team work dan team building karena mereka dituntut untuk berpikir kritis dan selalu mencari solusi (problem-solving)” ujarnya disela sela mengikuti kegiatan outbond ini.
Kegiatan outbond ini sendiri melibatkan seluruh anggota OSIS (kakak tingkat) dan juga pendidik dan tenaga kependidikan SMA Negeri Plus Provinsi Riau. Semua keluarga besar SMA Negeri Plus Provinsi Riau membaur menjadi satu  dan mengikuti kegiatan outbond ini sampai selesai. Outbound ini juga sekaligus sebagai refreshing seluruh anggota keluarga besar SMA Negeri Plus Provinsi Riau. 
Dengan beragam jenis permainan yang diselenggarakan, harapan besarnya para siswa semakin bersemangat ketika kembali belajar dan dapat melahirkan ide-ide serta terobosan baru yang bermanfaat bagi masa depan siswa dan juga kemajuan sekolahnya. Kekompakan yang terbentuk saat outbound training diharapkan terbawa seterusnya dalam belajar, sehingga saat terjdi masalah, para siswa lebih solid satu sama lain dan saling berkolaborasi untuk memecahkan masalah tersebut.
Secara umum ada 5 manfaat kegiatan outbond ini sendiri, yaitu:
1. Meningkatkan kemampuan aktualisasi diri seorang siswa yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan sekolah.
2. Menumbuhkan jiwa leadership siswa yang mungkin selama ini belum tampak. Beberapa permainan dalam outbound training ada yang bertujuan untuk mengasah jiwa leadership seseorang terutama ketika mengatasi permasalahan yang ada.
3. Melatih kerjasama tim.  Siswa yang belajar dalam kelompok atau tim akan sangat terbantu dengan outbound training yang mengharuskan peserta bahu membahu dengan rekan setimnya untuk menyelesaikan permainan.
4. Melatih kemampuan analisa dan pola pikir dengan memaksimalkan otak kiri dan kanan. Jika keduanya digunakan dengan tepat, akan menjadi senjata yang sangat ampuh dalam pengambilan keputusan.
5. Menumbuhkan arti penting kebersamaan. Dengan rasa individualitas yang semakin tinggi akhir-akhir ini, sangat penting bagi karyawan untuk memupuk rasa kebersamaan dan peduli terhadap sesama.

SISWA SMAN PLUS AKAN MELAKSANAKAN PKL TAHUN 2019 DI DESA KOTO MESJID KABUPATEN KAMPAR

Salah satu program  kerja tahunan SMA Negeri Plus Provinsi Riau adalah melaksanakan Program Kerja Lapangan (PKL) bagi siswa kelas XII dalam rangka Pengabdian Masyarakat Desa (PMD). Kegiatan PKL siswa SMAN Plus Provinsi Riau akan dilaksanakan pada tanggal 18-24 Desember 2019. PKL untuk kelas XII pada tahun 2019 ini akan dilaksanakan di Desa Koto Mesjid Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar.
Tim Survey PKL SMA Negeri Plus yang di pimpin oleh Bapak Edi Sutono, M.Pd beserta beberapa guru dan siswa kelas XII telah melakukan serangkaian kegiatan sosialisasi dan justifikasi kepada Masyarakat Desa Koto Mesjid tentang program PKL SMA Negeri Plus Provinsi Riau pada hari Kamis dan Jum’at tanggal 1-2 Agustus 2019. Kepala Desa Koto Mesjid Bapak Arjunalis menyambut baik kegiatan ini karena baginya masyarakat desa Koto Mesjid sangat welcome bagi siapapun yang ingin menimba ilmu dan mencari pengalaman serta sharing informasi dengan masyarakat desa Koto Mesjid.
Salah satu tokoh masyarakat Desa Koto Mesjid Bapak Wan Chandra juga menyatakan kesiapan  masyarakat Desa Koto Mesjid dalam menyambut siswa siswi SMA Negeri Plus Provinsi Riau yang akan melaksanakan program PKL di desa Koto Mesjid. Baginya, dengan kedatangan siswa siswi SMA Negeri Plus di Desa Koto Mesjid akan menambah semangat dan motivasi para remaja dan anak anak untuk belajar lebih giat dalam mempersiapkan masa depannya. 
Tim survey PKL SMAN Plus juga diajak berkeliling desa Koto Mesjid untuk melihat sarana prasarana desa, UMKM, dan juga produk produk andalan Desa Koto Mesjid yang identik dengan ikan patin. Menurut Bapak Arjunalis, setiap hari Desa Koto Mesjid dapat menghasilkan 16 ton ikan patin yang telah diolah dalam bentuk 9 turunan seperti; ikan asin, abon, nuget, salai dan lain lain. Hal ini semakin meyakinkan bahwa Desa Koto Mesjid merupakan tempat yang sangat tepat dan layak untuk dijadikan tempat Praktek Kerja Lapangan siswa SMA Negeri Plus Provinsi Riau. 
Selain itu, ternyata Desa Koto Mesjid merupakan Desa yang sudah sangat populer dalam menghasilkan ikan patin. Telah banyak lembaga, organisasi, perusahaan, pemerintah daerah maupun institusi lain yang pernah mengadakan studi banding ke Desa Koto Mesjid. Bahkan para pejabat PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk sebagai salah satu Perusahaan BUMN yang dipimpin oleh ibu Nafsiah Dahlan Iskan pernah menghadiri panen raya ikan patin, memasak ikan patin dan juga menginap dirumah warga desa Koto Mesjid  beberapa tahun yang lalu.
Nilai positif lain dari desa Koto Mesjid yang semakin membuat tim survey SMAN Plus terkagum kagum adalah bangunan-bangunan rumah di desa tersebut. Rata-rata rumah dibangun cukup megah, besar, dan indah. Jauh dari kesan rumah-rumah di pedesaan. Meski, masih ada saja beberapa rumah yang memang terbuat dari kayu. Menurut Suhaimi, salah satu tokoh masyarakat yang merupakan pelopor ternak ikan patin menyatakan ”Ya, rumah-rumah di sini memang banyak yang mulai dibangun. Ini seiring semakin baiknya penghasilan warga sini karena memelihara ikan patin,”
Desa Koto Mesjid sebenarnya merupakan pecahan dari Desa Pulau Gadang yang terletak sekitar 10 kilometer (km) dari lokasi Desa Koto Mesjid. Seiring dengan proses pembangunan PLTA Koto Panjang maka seluruh warga dari Desa Pulau Gadang harus direlokasi ke Desa Koto Mesjid  karena Desa Pulau Gadang adalah salah satu desa yang terdampak pembangunan PLTA Koto Panjang. ”Kami dari daerah pesisir dipindah ke pegunungan dengan diberi uang suguh hati (uang saku), tanah seperempat hektar untuk rumah, dan 2 hektar lahan kebun,” ujar Suhaimi. Warga diberi lahan kebun karena selama ini pekerjaan utama mereka adalah berkebun karet. Suhaimi mengisahkan, awalnya warga hidup dengan keterbatasan. Kebun yang ditanami karet belum memberi hasil. Namun kian lama usaha Suhaimi membuahkan hasil. Dari hanya dikerjakan sendiri, ia mulai memiliki pekerja. Tahun 2003, dengan mendapat suntikan dana dari Telkom, usaha Suhaimi kian berkembang. Warga mengikuti jejaknya. 
Selain itu, ternyata  PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) telah menyalurkan dana pinjaman untuk budidaya ikan patin di Desa Koto Mesjid dan Pulau Gadang, Kabupaten Kampar, Riau sebesar Rp Rp 8 miliar. Senior General Manager (SGM) Community Development Center, Ade Sulchi, mengatakan bahwa pemberian pinjaman dana bergulir adalah program yang sudah dilakukan Telkom sejak tahun 2003 dengan tujuan membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Sejak 2003 hingga triwulan kedua 2012, Telkom telah menyalurkan dana pinjaman sebesar Rp 8 miliar kepada 185 UMK Binaan Telkom di Koto Mesjid dan Pulau Gadang,” kata Ade Sulchi.
Pada 19-20 Februari 2013, bertempat di Desa Koto Mesjid, Kabupaten Kampar, Riau, digelar kegiatan Panen Raya Ikan Patin. Kegiatan ini dihadiri istri Menteri BUMN Ibu Nafsiah Sabri Dahlan Iskan, istri Direktur Utama Telkom Ibu Poni Iravati Arief Yahya, istri Direktur Human Capital & General Affair Telkom Ibu Kirana S. Priyantono Rudito, dan istri Direktur Konsumer Telkom Ibu Sisca Natalleny Sukardi Silalahi.
Desa Koto Mesjid adalah desa transmigrasi akibat dari pembangunan waduk PLTA Koto Panjang yang mayoritas berasal dari penduduk tempatan dengan berbagai macam mata pencaharian. Untuk usaha di bidang perikanan, sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 1998. Pada tahun 2008, usaha sektor perikanan mengalami kemajuan dan memberikan “warna” tersendiri bagi desa Koto Mesjid.
Dengan adanya budidaya ikan Patin, kini Kabupaten Kampar, Riau dikenal sebagai penghasil ikan patin terbesar di Sumatera. Desa Koto Mesjid yang letaknya di Kecamatan XIII Kabupaten Kampar dikenal dengan julukan “Kampung Patin” dan mengusung motto “Tiada Rumah Tanpa Kolam Ikan”. Lebih dari 700 kolam dengan luas 50 ha kini disulap menjadi kolam ikan patin. Dari budidaya ini, sedikitnya menghasilkan sebanyak 16 ton ikan patin per harinya.
Program yang bekerja sama dengan Pemkab Kampar ini berhasil menyerap sebanyak 216 tenaga kerja dengan penghasilan perbulan 5-6 juta. Tingkat pertumbuhan desa mengalami peningkatan kolektibilitas kumulatif sebesar 92% mencakup penghasilan/bulan, jumlah rumah, jumlah kolam, dan jumlah mobil yang dimiliki masyarakat. Pada tahun 2010, Desa Koto Mesjid meraih penghargaan Adi Bakti Mina Bahari Pembudidaya Teladan, Juara 1 untuk pengolahan ikan patin di propinsi Riau, dan ditetapkan sebagai salah satu Desa Pengembangan Terpadu.

GUBERNUR RIAU MENGUNJUNGI SMA NEGERI PLUS PROVINSI RIAU

Ikatan Keluarga Alumni SMA Negeri Plus Provinsi Riau menggelar halal bihalal bertempat di SMA Negeri Plus Provinsi, Ahad (9/6/2019) pagi. Tahun ini sangat istimewa karena Gubernur Provinsi Riau, Drs. H. Syamsuar hadir dan berbaur dengan seluruh majelis guru dan juga para alumni SMA Negeri Plus Provinsi Riau. Halal bihalal yang diadakan oleh IKA SMAN Plus adalah rutinitas tiap tahun dengan tujuan mempererat silaturahmi antar alumni. Harapannya, hadir pula solusi bagi daerah, Riau dan daerah asal masing-masing alumni. Perlu diketahui, setiap tahunnya SMAN Plus Riau menerima siswa pilihan dari 12 perwakilan kabupaten/kota se-provinsi Riau.
Dalam sambutannya, Drs. H. Syamsuar sempat bercerita tentang masa lalunya, pada masa awal berdirinya SMAN Plus beliau menginginkan anaknya untuk bersekolah di SMAN Plus. Dengan posisi sebagai Bupati Siak saat itu, tentu hal itu mudah memasukkan anaknya. Tapi beliau memilih untuk tidak memaksa anaknya dan tidak intervensi dalam proses pilihan dan penyeleksian sekolah. Integritas yang dimulai dari pilihan kecil dalam hidupnya.
“Kita bersyukur adanya SMAN Plus ini. Terima kasih kepada para pendahulu yang punya inisiatif mengawali ide sekolah ini. Kepada para alumni, jasa SMA ini tidak boleh dilupakan,” pesan Syamsuar. Sebagai informasi sejarah, beberapa pendiri SMAN Plus Riau adalah rigjen TNI (Pur.) H. Saleh Djasit, SH  (Gubernur Riau 1998-2003) dan Letjen TNI Syarwan Hamid (Menteri Dalam Negeri 1998-1999).
Potensi alumni SMAN Plus memang besar. Dengan total 1700an yang tersebar lintas daerah dan profesi, kolaborasi untuk berinovasi bagi negeri adalah kunci. Secara umum SDM Riau berkualitas. Tapi banyak yang tidak mengabdi bagi Riau. Bisa jadi karena pemerintah provinsi yang tidak memberikan kesempatan.
Drs.H.Syamsuar juga sempat menyampaikan apa yang dilakukan di pemerintahan Siak sebelumnya. Dengan menghadirkan beasiswa pendidikan dalam dan luar negeri adalah bukti untuk peningkatan pendidikan daerah. Tujuannya tentu saja kontribusi bagi daerah. Jika memang tidak ada jaminan jalan, berkiprah di luar tentu saja menjadi altetnatif. Dan itu bukan sebuah kesalahan.
“Jangan lupa mendoakan guru selain orang tua. Saya juga, tak lupa mendoakan guru. Karena atas pencapaian kita selama ini, pasti ada peran mereka,” pinta Gubernur. 
Sementara Kepala SMA Negeri Plus Provinsi Riau, Drs.H.A.Rivai, M.Pd dalam sambutannya sangat mengapresiasi kedatangan Gubernur Provinsi Riau yang telah meluangkan waktu khusus untuk datang dan berkunjung ke SMA Negeri Plus Provinsi Riau. Beliau menyatakan bahwa Bapak Drs.H. Syamsuar bukan hanya sosok pemimpin yang rendah hati, melainkan juga sebagai panutan untuk semua orang tua dimana beliau sebagai sosok yang mempunyai “power” tidak akan pernah memaksakan kehendak untuk memasukkan anak beliau ke SMA Negeri Plus Provinsi Riau kalau pada akhirnya akan merusak tatanan sekolah yang sudah ada. Selain itu,  dalam sambutannya Drs. H.Rivai, M.Pd memberikan semangat buat para alumni dan juga seluruh siswa SMA Negeri Plus Provinsi Riau bahwa dalam menyongsong Revolusi Industri 4.0 kita harus dibekali kemampuan “communication”, “critical thinking dan problem solving”, “collaboration”, dan “ creativity and innovation”. Kemudian harus di support dengan commitment yg tinggi baik dari masyarakat, pemerintah , dan stake holder.
Usai halal bihalal bersama Gubernur Drs Syamsuar, bersama beberapa jajarannya langsung berkeliling SMA Negeri Plus Provinsi Riau yang didampingi langsung oleh Kepala SMA Negeri Plus Provinsi Riau. Luas SMA Negeri Plus yang berkisar 10 hektar menjadi perhatian khusus Gubernur  untuk mengembangkan SMA Negeri Plus agar lebih baik lagi ke depan. Beliau juga berjanji akan membentuk tim khusus yang bekerja dan “concern” untuk SMA Negeri Plus Provinsi Riau. Sementara Gubernur meninjau dan mengelilingi SMA Negeri Plus, para alumi SMA Negeri Plus yang tergabung Ikatan Alumni SMAN Plus Riau melanjutkan acara Musyawarah Besar VII pada Ahad, 9 Juni 2019. Tujuan utama Mubes IKA SMAN Plus ini adalah, memusyawarahkan AD/ART organisasi dan Memilih ketua alumni baru yang akan membersamai 19 generasi yang sudah lulus dari sekolah unggulan di Riau ini.
Pada Mubes tahun ini, terpilihlah Barika Harma dari Generasi 5 yang memimpin selama 2019-2023. Barika sendiri adalah Prajurit TNI AU berpangkat Kapten Penerbang Pesawat Tempur F16 di Skuadron Udara 16 yang bertugas di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.
Kapten Barika tercatat sebagai pilot pengaman wilayah udara NKRI yang pernah mencatatkan prestasi menurunkan pesawat asal Ethiopia yang melintasi wilayah udara NKRI tanpa izin di Batam tempohari.
Kapten Barika terpilih dan menggantikan ketua alumni sebelumnya, Husnul Kausarian PhD yang juga menjadi Kepala Urusan Internasional dan Kerjasama UIR. Sebelum pemilihan ketua alumni, Husnul Kausarian selaku ketua alumni sebelumnya secara resmi menyerahkan buku karya alumni kepada Gubernur Riau. Buku yang berjudul Plus! ini adalah kumpulan tulisan alumni SMAN Plus yang mengangkat kisah, sejarah, dan filosofi kehidupan yang dipelajari selama bersekolah yang diserahkan pada saat berlangsungnya Halal bi halal bersama Gubernur Riau, Alumni dan Guru-Guru SMAN Plus Provinsi Riau.
Estafet kepemimpinan alumni akan terus dilanjutkan. Program rutin yang terlaksana tiap tahunnya bagi almamater dan masyarakat antara lain, Plus untuk Negeri, Family Gathering Day, dan IKA Goes To School.
“Selanjutnya saya mulai menyusun kepengurusan IKA dengan merangkul seluruh potensi anggota dari seluruh generasi agar dapat berkontribusi secara optimal bagi perencanaan dan pelaksanan program kerja IKA ke depan,” kata Barika.
Sementara itu, Gubernur Riau Drs H Syamsuar mengucapkan tahniah kepada Kapten Barika Harma yang sudah terpilih menjadi ketua IKA SMAN Plus. Harapan Syamsuar, agar ke depan organisasi ini lebih baik lagi. “Kita juga berharap IKA SMAN Plus bisa berkerja sama dengan Pemerintah Provinsi Riau dengan memberi masukan dan ide-ide cemerlang dalam upaya membangun Riau lebih baik,” ucap sang Gubernur. 

OLIMPIADE SAINS SMAN PLUS 2019 -Info Lomba Plus Education Week 2019

SMA Negeri Plus kembali mengadakan kegiatan Plus Education Week (PEW) 2019 sebagai ajang pembentukan bibit-bibit berprestasi dari siswa dan siswa yang ada di Provinsi Riau. Kegiatan ini merupakan ajang kompetensi sains dan merupakan anual event yang merupakan program kerja unggulan dari  OSIS SMAN Plus Provinsi Riau yang para pelatih OSN dan juga para coach  dan adjudicators yang tergabung dalam Riau Debating Forum (RDF) dan juga lembaga lain yang  kompeten.
Kegiatan ini bukan hanya di ikuti oleh siswa siswi SLTA/SLTP/sederajat  se Provinsi Riau tetapi juga diikuti oleh para siswa dan siswi dari berbagai sekolah di Sumatera, terutama dari provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jambi dan juga Kepulauan Riau.
Adapun cabang lomba yang akan diselenggarakan :

Plus Science Competition (PSC)

Ajang Kompetisi Sains dengan sasaran siswa/i SMP/SMA/Sederajat dari berbagai daerah di Sumatera (Tes Tertulis, Rangking 1, Science Adventure, Cerdas Cermat) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa siswi Indonesia pada umumnya dan Sumatera pada khususnya .

Aspire (English Competition)

Is an event that consist of several competition that can help to increase the ability on using English, confidence in public speaking and the ability on critical thinking. This event is held by SMAN Plus Provinsi Riau with the theme “May the Force be With You” (English Debate, First Rank, Scrabble, Speech, Story Telling, TOEFL).

Tunjukkan kekayaan intelektualmu, adu bakat hebatmu, dan buktikan kamu yang terbaik  dan Daftar sekarang!

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi :
PSC : 0822-8332-8662 (Fadli Anshori)
Aspire : 0813-6363-2815 (Firza Syahfitra)

Untuk pendaftaran, silahkan hubungi :
0852-6364-2278 (M Faiz Muzaffar)
id line : mfaizm03
instagram : @pew2k19
email : pew2k19@gmail.com
http://bit.ly/PEW2K19