Siswa SMAN Plus Prov.Riau Meraih Medali Emas dalam Olimpiade Fisika Se Sumatera

Mohammad Farhan Fahrezy meraih Medali Emas bidang Lomba Astronomi

Para siswa dan siswi SMA Negeri Plus Provinsi Riau kembali mengukir prestasi dalam ajang gelaran Olimpiade Fisika ke-15 tingkat Sumatera yang di selenggarakan di Kampus FKIP Universitas Riau Pekanbaru.

Kegiatan olimpiade Fisika ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika. Tahun ini merupakan tahun yang ke 15 penyelenggaraan olimpiade ini.

Kegiatan Olimpiade Fisika Se Sumatera ini sendiri berlangsung pada tanggal 20-24 Januari 2020 bertempat di FKIP Universitas Riau Pekanbaru.

Kepala SMAN Plus Provinsi Riau menerima para siswa

Para siswa SMA Negeri Plus Provinsi Riau yang telah membawa nama baik sekolah adalah sebagai berikut:

1.Mohammad Farhan Fahrezy (Terbaik 1 untuk kategori bidang lomba Astronomi).

2.Kemal Irsyad ( Terbaik 4 untuk kategori bidang lomba Mekanika ).

3.Gevin Kurniawan ( Terbiak 4 untuk kategori bidang lomba Geosains )

Plt. Kepala SMA Negeri Plus Provinsi Riau, Bapak Andri Karmidi, M.Pd dalam sambutannya Senin/27 Januari 2020 sangat mengapresiasi para siswa yang telah mengangkat nama SMA Negeri Plus Provinsi Riau dan beliau berpesan agar semua siswa mempunyai jiwa kompetitif untuk bersaing dan membawa nama baik sekolah.

Waka. Kesiswaan menyerahkan langsung piagam penghargaan

Semoga menjadi inspirasi bagi para siswa lain untuk mencapai prestasi yang lebih baik dan lebih meningkat lagi kedepannya.

Puisi “Do’a Untuknya” Karya Mutia Adlina Rifani

Mutia Adlina Rifani (XI MS 2)

Menyisipkan pesan
Pada angin pembawa berita
Berdoa agar sampai padanya
Secercah kebaikan untuk dirinya
Menggebrak momen luar biasa
Menepis gengsi
Demi buah hati tercinta
Melupakan sakit
Dan mencoba bertahan tanpa makna
Walau sakit
Ia masih disana
Mencurahkan kasih tulus
Tanpa harap balas jasa
Hanya sekedar doa
Penyelamat jiwa
Walau badai menerpa
Kasih sayang tetap tidak tergoyah
Tulus hati dan jiwa
Walau iman kadang lelah
Bukan harta yang ia cari
Bukan intan berlian untuk diberi
Hanya doa penyejuk hati
Dari buah permata hati

Puisi ‘Dia” Karya Mutia Adlina Rifani

                                                          Mutia Adlina Rifani


Selembut sutra bagiku
Saat terasa jarinya mengelus
Mengusap embun pagi itu
Dengan senyuman tulus
Menjaga bagaikan singa
Si pemilik hutan rimba
Menjaga angkasa raya
Serta atmosfer rasa
Tapi dia bukan manusia super
Dia bukan Tuhan
Dia hanya bagian penting
Dari hidupku yang sangat aku syukuri
Dia adalah ibu
Ibuku…

Ilmu Arsitektur Bernuansa Nusantara 4.0 Memicu Konsepsional Estetika Indonesia

Andre Putra Setiawan (XI MS 2)

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, yang memiliki ribuan pulau yang membentang dari Sabang hingga Merauke, baik pulau yang besar maupun yang kecil. Semua itu membentuk negara yang telah disahkan oleh pemimpin terdahulu yang berjuang hingga titik terakhirnya. Hingga terciptalah negara yang mengandung beragam budaya dan warisan yang menjadi legenda dunia yang terus dilestarikan masyarakat dan pemuda.

Banyaknya ragam bahasa dan budaya membuat ciri khas bangsa ini mampu membuat peneliti sosial budaya mengkaji dasar dari pada bangsa ini. nenek moyang kita berhasil membuat takjub kaum peneliti dengan beragam kekayaan budaya yang diciptakan. Karakteristik nusantara telah banyak diakui oleh dunia dan dijadikan warisan dengan estetikanya.

“Kebudayaaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta  masyarakat” (Soelaiman Soemardi, 1971)

Didalam interaksi berbudaya di nusantara terdapat lingkup kecil yang penting dalam infrastruktur kelingkungan negara yang bernama ilmu arsitektur. Ilmu arsitektur merupakan ilmu yang mempelajari tentang tata merancang sebuah bangunan berkonsep yang disesuaikan dengan ekologi (Wikipedia, 2019). Arsitektur juga menjadi salah satu bidang studi dalam jenjang kuliah, banyak pemuda bangsa yang memilih ilmu ini untuk dikaji dan diterapkan, besarnya cita dari para pemuda membuat banyaknya saingan dalam menjual hasil karyanya kepada para pembeli. untuk itu diperlukan adanya karakteristik dalam bersaing terutama dikancah global luas yang berpotensi tinggi.

“Arsitektur merupakan seni dalam menegakkan bangunan, dimana di dalam seni tersebut terdapat segi perencanaan, konstruksi dan solusi dekorasi” (Jess Stein, 1959)

Zaman digitalitas yang dinamakan revolusi industri 4.0 membuat segala aspek termasuk dunia infrastruktur merevisi sistemnya. upaya mempertahankan budaya membutuhkan inovasi baru untuk mengenalkannya pada dunia, dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih diperlukan adanya keunikkan subjek atau objek yang menonjol. Salah satu upaya yaitu dengan akulturasi yang merupakan suatu proses sosial dalam masyarakat di mana terjadi interaksi antara dua budaya yang berbeda (Wikipedia, 2019)
Link terkait:
Siswa SMAN Plus Riau mengikuti Kongres Pemuda 2019
Siswa SMAN Plus Riau menjadi Pelajar Teladan Bangsa 2019
Makna dan Filosofi Andhika Bhayangkari
Makna dan Filosofi Mengheningkan Cipta

“Akulturasi adalah perpaduan dua budaya yang berbeda dalam kehidupan yang harmonis dan damai” (Muhammad Hasyim, 2011)

Inovasi Arsitektur Nusantara 4.0

Indonesia memiliki budaya berkualitas tinggi yang berpotensi dalam cangkupan global. Di mana budaya yang memiliki daya tarik dan membuat apresiasi besar terhadap para penilai. Dengan demikian budaya berkemungkinan besar dapat dijadikan senjata runcing untuk bersaing di tingkat dunia. Dengan zaman yang terus berkembang dan terjadi era serba digital, budaya akan terus ada. Dalam mempertahankannya terdapat peran pemuda yang berkewajiban untuk melestarikan budaya dengan cara uniknya.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa ”Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah dan budayanya ”

Dalam dunia arsitektur, ide atau rancangan sangat penting untuk para arsitek berkompetisi  menghasilkan mahakarya terbaiknya yang memiliki daya jual tinggi dipasaran internasional (Thompson Publishing, 2007). Untuk mencapai jenjang tersebut perlu adanya abstrak yang tepat untuk memenuhi kriteria, arsitek membutuhkan inovasi yang bersifat persuasif dan berkualitas tinggi. Adapun salah satu inovasi yaitu Nusantara 4.0 yaitu memasukkan unsur budaya yang disesuaikan dengan zaman.

“Arsitektur tidak dilihat dari kemewahan bahan, teknologi , dan harganya.” (Y.B.Mangunwijaya, 1988)

Arsitektur Nusantara 4.0 memiliki karakteristik dalam bersaing. Adapun akulturasi yang diterapkan berupa deculturation di mana unsur budaya lama dicampur dengan budaya baru dengan perpaduan yang sesuai zaman (maxmanroe.com, 2016). Kajian tentang ragam bentuk akulturasi lokal dan modern ini merujuk pada beberapa faktor yang berpengaruh, keterkaitan dan konteks unsur budaya dan arsitektur empiris dan bersifat deskriptif dan interpretative (Bachtiar fauzy, 2017)

Untuk itu Indonesia perlu mewujudkan inovasi Nusantara 4.0 yang modern tanpa meninggalkan unsur budaya nusantara. Salah satu cerminan inovasi Nusantara 4.0 yaitu bangunan Islamic Center di Kabupaten Lampung Timur, bangunan ini terdiri dari masjid Baitushobur dan balai adat Sesat Agung dengan pola modern dipadu dengan budaya khas tradisional Lampung yang memiliki tatanan yang dimiliki setiap rumah tradisional Lampung. Secara bentuk masjid ini mempertahankan pola sosok ringan karena tampak serambi besar yang terbuka dan memperlihatkan kolom yang berdiri. Dan pada bagian atapnya terdapat satu atap yang menjulang tinggi berhierarki lebih tinggi dibanding atap lain sebagai cerminan rumah adat Lampung (Jurnal Itenas Rekarupa, 2017).

Untuk unsur modern yaitu penggunaan dinding beton, sistem sirkulasi terbaru, penggunaan metode pembangunan terbaru, perencanaan digital dan hal lainnya. Sedangkan unsur budaya local menggunakan serambi besar yang berukir ornamen Lampung, atap yang menjulang khas adat Lampung dan struktur material kayu dibeberapa bagian serta yang lainnya (Jurnal Itenas Rekarupa, 2017)

Adapun yang menjadi tujuan dari inovasi Nusantara 4.0 ini adalah:

•Terjadi perubahan pandangan terhadap arsitektur, di mana bangunan yang berkualitas juga tidak meninggalkan unsur budaya (beni ahmad saebeni, 2012)

•Masyarakat luas akan lebih mengenal dengan budaya warisan Indonesia

•Bernilai jual tinggi dengan nilai dan konsep estetika budaya nusantara

Dengan banyaknya budaya Indonesia yang memiliki ikon tertentu dapat menjadi inspirasi dan ide besar bagi para arsitek untuk mewujudkan inovasi Nusantara 4.0, hal tersebut tentu sangat berdampak besar pada perkembangan dunia infrastruktrur Indonesia dan mampu membuka mata dunia untuk saling bersaing dan memegang hasil terbaik. Budaya tak hanya dilestarikan tetapi dikembangkan hingga mampu membangun jiwa nasionalisme nusantara.           Bila Nusantara 4.0 terwujud akan menjadi bentuk yang akan membanggakan Indonesia dan meruntuhkan stigma yang buruk serta membuat Indonesia maju.

Peran Pemuda dalam Majunya Dunia Arsitektur

Pemuda merupakan indikator terpenting dalam jayanya Indonesia,  pemuda yang akan meneruskan perjuangan dalam membangun nusantara, perannya yang sangat penting dan menjadi faktor utama suatu keberhasilan negara. Indonesia sendiri memiliki banyak pemuda yang bercita tinggi menjadi arsitektur dan menciptakan mahakaryanya.

Dalam membuat sebuah bangunan diperlukan seorang arsitek yang berpendidikan khusus agar yang dihasilkan sesuai dengan rancangannya, maka dari itu diperlukan pemuda yang berantusias,  terdapat peran yang harus ditindak lanjuti sebagai generasi penerus. Adapun peran tersebut ialah berkewajiban menuntut ilmu agar berwawasan, mempelajari teknologi di bidang arsitektur serta menguak limit diri. Tentu saja diperlukan kerja sama yang kuat antar pemuda bangsa agar Indonesia selalu bangkit.

Dengan kesimpulan, peran pemuda sebagai kaum berpendidikan tinggi akan menciptakan arsitek berkualitas. Ilmu arsitektur Indonesia akan maju dan tercapainya inovasi nusantara 4.0. yang awalnya budaya tertinggal dalam dunia arsitektur menjadi hidup berdampingan dan berkembang bersamaan dengan perkembangan teknologi. Dengan nilai estetikanya terciptalah bangunan modern dengan perpaduan adat tradisional. Terbukalah pemikiran bangsa lain tentang Indonesia. Arsitektur Indonesia tidak akan diam terbelenggu, melainkan berkembang tanpa meninggalkan budaya sebagai karakteristik harta warisannya yaitu budaya nusantara .

Daftar Pustaka

·         Wikipedia ensiklopedia bebas , arsitektur https://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur
·         Wikipedia ensiklopedia bebas, akulturasi https://id.wikipedia.org/wiki/Akulturasi
·         Fauzy, bachtia, jurnal itenas rekarupa (2019)

Keragaman Bhinneka Tunggal Ika

Mauhammad Naufal Fitro

Suatu yang patut dibanggakan bahwa indonesia satu-satunya pulau yang dianugerahi ragam suku, budaya, agama, dan bahasa. Dan begitu juga kekayaan alamnya. Sangat banyak ragam budaya yang tersebar di seluruh Indonesia yang bermuara menjadi budaya nasional bangsa Indonesia. Menggambarkan perbedaan tentu bukan untuk menghakimi dan memboikot keragaman, justru kita sebagai masyarakat Indonesia bangga dan bersyukur akan anugerah akan aset yang kita miliki yang tidak dimiliki oleh bangsa lain.

Kita tentu mengenal istilah kebhinnekaan sejak bangku sekolah dasar, sejak itu kita diajarkan mengenal budaya dan bangsa. Dan tidak lupa pula kita belajar untuk menghargainya. Tujuannya adalah agar generasi sekarang atau selanjutnya memiliki kehidupan damai, tentram dan sejahtera.

Kita mengenal kebhinnekaan dari kalimat Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan kalimat ini berasal dari kitab sutasoma karangan Mpu Tantular. Diterjemahkan dari kata-kata, Bhinneka memiliki arti “beraneka ragam”, kata neka tersebut berasal dari bahasa sansakerta yang mempunyai arti “macam” dan menjadi pembentuk kata “aneka” dalam bahasa Indonesia .
Link terkait:
Siswa SMAN Plus Riau mengikuti Kongres Pemuda 2019
Siswa SMAN Plus Riau menjadi Pelajar Teladan Bangsa 2019
Makna dan Filosofi Andhika Bhayangkari
Makna dan Filosofi Mengheningkan Cipta
Kata Ika berarti “itu”. Jadi secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika memiliki arti walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu. Semboyan ini bukan hanya berisi tentang politik pencitraan namun sudah dipraktekkan sejak lama.

Kita semua tahu bahwa di indonesia banyak ragam suku, agama, budaya. Dengan demikian masyarakat indonesia harus saling menghargai satu sama lain. Sebagai makhluk sosial yang membutuhkan bantuan orang lain dan lingkungan sekitar untuk mengembangkan dan melestarikan eksistansinya. Tidak ada manusia di dunia ini yang bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang disekitarnya.

Belakangan ini banyak terjadi perselisihan kerap dibesar-besarkan. Banyak fitnah yang terjadi karena mencari kepentingan pribadi dan kelompok sehingga terjadi perpecahan dan persaudaraan disisihkan. Didalam Islam disebutkan dalam Q.S. Ali Imran ayat 103 yang artinya “Berpegang teguhlah di jalan Allah, di tali Allah, dan janganlah bercerai-berai”.

Dan juga dalam Q.S. Al Hujrat ayat 13 yang artinya “kita diciptakan bersuku-suku, berbangsa-bangsa, dan yang paling mulia di antara kita adalah orang yang paling bertaqwa”. Sudah jelas bahwa ayat diatas melarang kita untuk bercerai-berai dan Tuhan memerintahkan agar kita semua bersatu meski suku, agama, dan budaya berbeda-beda.

Sesungguhnya Indonesia sudah memiliki jawaban dari semua persoalan yang ada. Hanya saja Bangsa Indonesia belum siap untuk menghadapinya. Maka sekarang bukan aku, kamu dan mereka. Tetapi kita! Kita perlu menjadi alat untuk perubahan ke arah yang lebih baik kedepannya untuk memahami apa itu kebhinnekaan serta selalu mencintai, menghargai, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Maka Negara Kesatuan Republik Indonesia akan tetap kokoh dan bersatu dalam Pembangunan Bangsa.